Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Terulang Lagi Penyerobotan Tanah Masyarakat Oleh PT LAJ


METROBUTENEWS.COM – Kabupaten Tebo.  PT  Lestari  Asri Jaya dan PT Wahana Mukti Wisesa  kembali lagi merebut lahan warga masyarakat  suo – suo dan kecamatan sumai dan desa muaro sekalo kecamatan VII koto dan kecamatan VII koto ilir  masyarakat  resah  atas  ke kejaman  oknum dari perusahaan pt laj selalu menggusur  tanah masyrakat  dengan tidak menusiawi.

Pihak perusahaan PT LAJ melakukan penggusuran dengan sencara paksa melalui preman – preman yang di biayai oleh perusahaan untuk menggusur  milik rakyat. Perusahaan PT LAJ dinilai masyarakat memaksakan kehendak  untuk menggusur  sencara paksa tampa pemberitahuan dan tidak manusiawi.

Dan perlu diketahui pt laj ini mulai tahun 2012 lalu “ tak pernah baik dengan masyrakat lokal  dan kemudian selalu merampas hak masyarakat  dengan alasan  mengantongi ijin HGU  di lokasi  patokan 55  dan desa pulau tamiang  dengan luas lahan 61,495.ha dan lahan pt wahana mukti wisesa dangan luas 9.263,77 ha,dan pada jaman itu rapat dilakukan di provinsi jambi pada tanggal   6 september 2012 dijambi melibatkan  dinas  kehutanan provinsi jambi dan badan pertanahan provinsi jambi dan polda jambi yang berujung hasil muswarah tersebut  untuk mengusir masyrakat pendatang  dengan kejam sebanyak   1500 kk dinilai sistim prilaku perusahaan ini tidak manusiawi  dan memamfatkan para pejabat – pejabat pada waktu itu selalu membekap perusahaan dan merampas hak masyarakat tampa mempedulikan hak masyrakat kecil dan jelas melanggar  hak manusia sebagai insan bisa.

Kemudian pada tahun 2013 yang lalu terjadi lagi  tidak kekerasan antar perusahaan dengan masyrakat  menhilangkan nyawa manusia dan pihak perusahaan menerima kariawan menjadi preman – preman tukang pukul masyarakat dan mengadudombakan antar masyarakat etrjadi lagi  huru – hara.

Kemudian tahun 2016 terjadi lagi permasalahan dengan masyarakat pihak perusahaan melakukan norma – norma kekerasan  merampas hak masyarakat dengan secara paksa, sesuai dengan keberadaan perusahaan PT LAJ ini masyrakat resah dan meminta pemerintah derah kabupaten tebo dan pemerintah provinsi jambi segera membekukan ijin yang dimiliki PT LAJ.

Dan kemudian masyrakat meminta  agar di kaji ulang dengan menteri  kehutanan  pusat ijin yang  dimiliki PT LAJ  apakah ada oknum – oknum pejabat yang kkn sehingga dapat menerbitkan ijin hgunya tampa melibatkan masyarakat lokal.

Masyarakat meminta agar segera membekukan ijin PT LAJ karena tidak mengindahkan masyrakat kecil dan tidak memberi rasa keamanan.dan tidak mementingkan hak masyrakat.

Sesuai dengan peraturan pemerintah republik indonesia nomor 104 tahun 2015 .
Mengigat : telah di ubah 1 – pasal  5  ayat ( 2) undang – undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dan 2 – undang – undang nomor 41 tahun 99 tentang kehutanan (lembaran negara republik indonesia tahun 1999 nomor 167  tambahan lembaran negara republik indonesia nomor 3888) sebagaimana telah di ubah dengan undang –undang  nomor 19 tahun 2004 tentang penetapan peraturan  pemerintah pengganti  undang – undang nomor 1  tahun 2004  no 86 tambahan lembaran negara repubik indnesia nomor 4412.

Lagi Asik Nyanyi Di JRI, Empat Anak Di Bawah Umur Digiring Ke Polres

METROBUTENEWS.COM Merangin. Jelang masuknya bulan suci Ramdhan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), kian gencar dilakukan tim gabungan Polres Merangin, tidak sedikit wanita penghibur dan lelaki hidung belang diamankan, Miris nya lagi Empat Orang anak di bawah umur Terjaring razia Dan di giring ke mapolres Merangin.

Pantauan Metrobutenews.com Empat orang anak di bawah umur yang terjaring razia ini merupakan Warga Pamenang ber umur 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP ini lagi asik nyanyi dan di damping oleh wanita penghibur yang jauh beda umurnya di gerbak polisi,dan di giring ke Mapolres Merangin.Minggu (15/05/2016) Malam.

Kapolres Merangin AKBP Mungaran Kartayuga Melalui Kabag.Ops Polres Merangin AKP Pormatsono Saat Di konfirmasikan Metrobutenews.com saat  memimpin operasi tersebut Mengatakan “ Iya kami menyisir Studio Bernyanyi Joni Rinaldo (JRI). Disana aparat menemukan beberapa pasangan yang bukan suami istri tengah asik karoke bersama wanita penghibur.

pada razia karoke tersebut polisi juga lansung mendata beberapa orang pria bersama wanita penghibur, bahkan tim razia ( pekat ) juga berhasil membawa Empat anak di bawah umur sedang asik karoke, empat anak di bawah umur tersebut lansung di bawa ke polres Merangin untuk di lakukan pembinaan.

Lanjut Anak anak tersebut Kita bawa Kepolres,untuk di bina dan Kita akan panggil orang tua nya Agar orang tua nya bisa membina dan mengetahui Apa yang telah di perbuat anak Nya jelas nya (*)

Bidan Desa Di Tebo Terjaring Razia Saat Sedang Mabuk Tuak


METROBUTENEWS.COM - Dalam Razia Gabungan yang dilaksanakan Polres Tebo dan Satpol PP Tebo Sabtu malam (16/4) , 8 wanita yang sedang mabuk tuak di Kafe Ricas di Jalan Poros Keluruhan Wiroto Agung Kecamatan Rimbo Bujang diamankan.

Mirisnya, salah satu dari mereka merupakan Bidan Desa (Bides) SS (40) yang berstatus PNS. Parahnya lagi, Pada saat dilakukan tes Urine oleh tim Lab RSUD STS Tebo, ternyata SS Positif Narkoba.

Kepala Satuan Pol PP Tebo, Taufik Khaldy saat dikonfirmasi awak media  diruangannya pada Minggu (17/4)  mengatakan bahwa dari Delapan orang yang diamankan Polres Tebo dan Pol PP Tebo pada razia gabungan tersebut diantaranya terdapat Bidan Desa berstatus PNS."Benar, satu diantara mereka adalah PNS Tebo, terhadapnya kita sudah lakukan tes urine, hasilnya positif menurut pemeriksaan dari lab rumah sakit, tapi untuk hasil resminya senin baru dikeluarkan, sebab ini hari libur," ujar Taufik Khaldy.

Dijelaskannya lagi bahwa delapan orang yang diamankan ini yaitu SP (34) Berstatus petani karet, NG (39) penjual sayur dan mantan PSK, AS (31) berprofesi petani, ASC (32) berprofesi petani, SD (38) berprofesi sebagai PSK, SS (40) berprofesi PNS, KM (39) berprofesi Tukang Urut dan DV (35) berstatus IRT.

Selain itu dikatakannya lagi, bahwa awalnya target utama tim gabungan ini bukan razia di kafe Ricas, namun warem-warem dan Kafe-kafe yang selama ini dihebohkan oleh banyak masyarakat  berjumlah empat kafe di jalan poros Wirotho Agung Rimbo Bujang tutup."Awalnya kita pantau ke empat kafe yang sudah kita berikan SP1 pada Senin lalu, dimana dalam SP1 itu agar kafe tersebut ditutup karena sudah mengganggu Trantibumas. Namun karena kita lihat empat kafe tersebut sudah ditutup, maka kita lanjutkan razia ke kafe Ricas," beber Taufik.

Disambungnya, Razia di kafe Ricas inilah tim gabungan menemukan 8 orang wanita pada Pukul 23.00 Wib diantara banyak laki-laki. Wanita-wanita ini ditemukan sedang duduk minum tuak.

"Jadi diantara pengunjung yang datang kita temukan dalam satu meja itu ada delapan perempuan, dan disana mereka minum tuak, dari situlah kita amankan, selain 8 perempuan ini juga kita amankan sepeda motor yang tidak bersurat sebanyak 10 unit serta 24 botol minuman keras," pungkasnya.

Terkait adanya PNS yang diamankan sedang mabuk tuak dan Positif Narkoba, Peltu Sekda Tebo, Harmain sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya perbutan PNS tersebut sudah mencoreng nama baik Pemkab Tebo."Saya sudah mendapatkan informasi dari kasat Pol PP. Tentunya hal ini sangat kita sayangkan, apa lagi yang bersangkuta (SS_red) merupakan  seorang perempuan, " ungkap Harmain.

Untuk tindak lanjutnya, dirinya mengaku masih menunggu Laporan resmi dari satpol PP dan hasil tes urine resmi dari rumah sakit. Setelah itu baru akan berkoordinasi dengan BKD dan Dinas Kesehatan. "Senin besok baru kita terima laporan resmi, setelah kita akan koordinasikan dengan pihak BKD dan Dinkes," jelas Harmain.

Ditemukan Uang Palsu Di ATM Jambi

METROBUTENEWS.COM - Jambi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi akan menyelidiki temuan uang palsu dalam mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang belum lama ini ditemukan salah seorang warga di Kota Jambi. OJK juga akan mengawasi bank bersangkutan.

Kepala OJK Jambi, Darwisman, mengatakan Bank Jambi selaku bank yang diduga terdapat uang palsu dalam mesin ATM-nya harus segera berbenah. "Jangan sampai terjadi lagi. Tentunya ini juga berlaku bagi seluruh bank yang ada," ujar Darwisman di Jambi, Kamis (14/4/2016).

Ia juga meminta agar seluruh bank serius dan jeli dalam menyortir uang yang akan disalurkan kepada masyarakat. Secara prosedural, kata dia, sortir uang dilakukan sebanyak tiga kali sebelum didistribusikan melalui mesin ATM.

"Tapi, saya juga heran kenapa bisa sampai uang palsu masuk di ATM. Ini yang akan OJK telusuri dari mana asalnya," Darwisman menjelaskan.

Pada Jumat siang pekan kemarin, Asiah, warga Kota Jambi dikagetkan dengan temuan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak dua lembar. Asiah awalnya tidak curiga. Bermula saat dirinya menarik uang Rp 2 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dari sebuah ATM Bank Jambi.

Kecurigaan bermula saat Asiah akan membayar usai membeli pulsa. Uang Rp 100 ribu ditolak oleh pedagang karena uang tersebut terlihat lecek, tidak seperti uang pada umumnya.

Penolakan juga dilakukan sejumlah pedagang lainnya saat Asiah ingin membelanjakan uang yang baru saja ditariknya dari ATM itu. Merasa curiga, Asiah akhirnya bertanya kepada saudaranya yang mengerti. Setelah dicek, uang tersebut dinyatakan palsu.

Bersama sejumlah keluarganya, Asiah lantas memeriksa seluruh uang yang ditariknya dari ATM. Dari Rp 2 juta uang Asiah itu, total ditemukan 2 lembar uang diduga palsu pecahan Rp 100 ribu.

Tak lama kemudian, Asiah melaporkan temuan uang palsu dalam ATM itu ke Ombudsman perwakilan Jambi.

Temuan uang palsu dalam ATM itu juga didengar oleh Gubernur Jambi Zumi Zola. Zumi mengaku prihatin, apalagi ditemukan di salah satu ATM milik Bank Jambi yang notabene adalah bank milik Pemprov Jambi.

"Nanti kita panggil (Dirut Bank Jambi), kok bisa terjadi seperti itu, karena mereka yang bertanggung jawab mengenai peredaran uang itu," ujar Zola.

Ketua Kelompok Tani di Sinyalir Fiktifkan Dana Cetak Sawah Ratusan Juta

METROBUTENEWS.COM – Sarolangun. Dana untuk cetak sawah lebih kurang sebesar Rp:360,000,000 (Tiga Ratus Enam Puluh Juta Rupiah) dana di peruntukan cetak sawah  dengan luas lokasi area sawah mencapai 30 Hektar,sawah  yang berada di Desa Teluk Mancur, Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun,dana sebesar itu di kelola langsung oleh Ketua Kelompok Tani M. Zen.

Dari hasil pekerjaannya yang di lakukan oleh Ketua Kelompok Tani tersebut di duga tidak sesuai dengan apa yang di harapkan oleh masyarakat setempat,khgota kelompok tani.

Di sinyalir  dana untuk cetak sawah yang di selewengkan oleh M. Zen, selaku ketua kelompok tani di Desa Teluk Mancur Kecamatan Bathin VIII tidak sedikit.

Hasil pantauan dari awak media, di lapangan, cetak sawah yang di kerjakan selama tiga tahun terhitung tahun 2013 hingga tahun 2015, hal hasil cetaak sawah akhirnya mubazir tidak dapat di gunakan oleh ratusan petani , karena tidak dapat di manfaatkan oleh masyarakat Desa Teluk Mancur, kini  dana yang sangat besar tersebut entah kemana,lokasi lahan yang di garap menjadi lahan tidur alias tidak dapat di fungsikan.

Tahun 2016 ini ada kembali mendapatkan bantuan dana dari Pusat untuk percetakan sawah,namun dana tersebut kembali raib dan tidak di salurkan sebagaimana mestinya dan dana tersebut yang nilainya cukup besar.

Menurut keterangan beberapa anggota kelompok tani,mereka berharap penegak hukum segera tindaklanjuti kasus ini karena kami sama sekali tidak menikmatinya,dan dana yang baru di kuncurkan ini bakal di arahkan ke lokasi yang sama, oleh Ketua Kelompok Tani, M.Zen, direncanakan dana ini untuk cetak sawah di lokasi yang pernah di garap pada tahun 2013 lalu di lokasi yang sama, sehingga menjadi sorotan masyarakat.

Beberapa tokoh masyarakat Desa Teluk Mancur, berharap kepada pemerintah agar supaya program cetak sawah tersebut tepat sasaran dan dapat di manfaatkan oleh masyarakat setempat, guna untuk ketahanan pangan masayarakat Desa Teluk Mancur.

Terkait dengan dugaan penyelewengan dana yang di lakukan oleh Ketua Kelompok Tani Desa Teluk Mancur, M. Zen, akan di laporkan oleh salah satu Lembaga Pemerhati Pembangunan Desa,.

Masyarakt dan kelompok tani yang merasa di tipu berharap kepada kepada Penegak Hukum di Kabupaten Sarolangun. agar kasus ini segera di usut tuntas.

Tim Investigasi masih menelusuri dana tersebut berasal dari mana.....? Apakah dana dari  bantuan sosial (bansos), APBN atau APBD atau dana lain.

KPK Korsup di Jambi, Wagub dan Seluruh Bupati Hadir


METROBUTENEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Dinas Perkebunan Provinsi Jambi melakukan koordinasi dan supervisi , Jum'at (15/4) pagi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi, Fahrori Umar, Ditjen Pajak, Ditjen Perkebunan, para Bupati se-Provinsi Jambi, Dinas Perkebunan, Dinas Kemenkeu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Agraria dan Dinas Tata Ruang.

Bertempat di Hotel Aston, pelaksanaan koordinasi dan supervisi ini dalam rangka mengalakkan Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNP - SDA)  Indonesia, sektor perkebunan di Provinsi Jambi.

Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk membahas penataan perizinan kelapa sawit, pendataan dan pembuatan database kepemilikan kepala sawit dan optimalisasi penerimaan negara.

Gamal Nasir, Ditjen Perkebunan dalam sambutannya meyampaikan sekarang ini standar nasional minyak sawit sudah diatur oleh negara luar, sudah ada 60 perusahaan yang menandatangani Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) .

"Ispo jelas merugikan petani kita, sebagai negara berdaulat kita mempunyai hak mensejahterakan rakyat," kata Gamal Nasir.

"Banyak petani sawit dan anggota DPR komisi IV yang menolak Ispo," tambahnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar menyampaikan, Provinsi Jambi merupakan salah satu perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. "Bisa dikatakan Industri kelapa sawit merupakan primadona sektor perkebunan," kata Fachrori.

"Mudah-mudahan tujuan dari pertemuan ini bisa berjalan baik dan mendapat hasil yang memuaskan, saya hingga petani Indonesia khususnya Jambi bisa sejahtera," jelasnya.

Wakapolda Jambi Dimutasi, Dapat Job Bintang Satu

METROBUTENEWS.COM  - Kota Jambi. Kembali lagi perubahan jabatan dan mutasi di tubuh polri  di polda jambi kini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat, Mutasi ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang dilakukan  kapolri  Nomor : 936 / VI / 2016 tanggal 14 Maret 2016 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri yang ditandatangani oleh Asisten SDM Polri, Irjen Pol Drs. Sabar Rahardjo.

Salah seorang diantara pejabat yang dimutasi tersebut adalah Wakapolda Jambi, Kombes Pol. Nana Sudjana. Nana mendapat promosi jabatan job bintang satu, yakni sebagai Wakapolda Jawa Barat menggantikan Brigjen Pol. Mochammad Taufik. 

"Iya, Pak Nana Sudjana dimutasi. Beliau akan menjabat Wakapolda Jabar. Job bintang satu," kata Kabid. Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, Jumat (15/4). 

Untuk pejabat di jajaran Polda Jambi, lanjut Kuswahyudi, cuma Kombes Pol. Nana Sudjana yang mengalami mutasi jabatan. "Cuma Wakapolda saja," pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Bungo Resmi Terdakwa Penyelewengan Dana 300 Juta Gubernur Cup 2013

METROBUTENEWS.COM - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bungo, berinisial AF, malam ini resmi ditahan Kejari Bungo. Kader partai gerindra ini resmi menjadi terdakwa atas penyelewengan dana PSSI Gubernur Cup pada tahun 2013 yang bernilai 300 juta rupiah.

Informasi ini berasal dari kejari bungo kepada media metrobutenews.com membenarkan pada hari  kamis tanggal 31 maret 2016 malam sesuai dengan surat pemanggilan tahap ke II kepada wakil ketua DPRD bungo ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Bungo dimana penahan terhadap AF sementara di kalapas II B  Kebupaten Bungo.

Menurut informasi dari Kejari Bungo yang baru Sugiyanta, SH, “Dalam jangka waktu satu minggu ini pihak kejaksaan bungo akan segera melimpahkan perkara ini ke pihak tipikor  Kejati Provinsi Jambi untuk  pemeriksaan lebih lanjut tentang penyalahgunaan anggaran dana Gubernur  Cup Pada Tahun 2013 yang lalu kurang lebih 300 juta rupiah”, ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi kepada ketua DPRD bungo Ria Mayangsari tentang masalah perkara ini ketua DPRD bungo tidak memberikan jawaban tentang permaslahan ini.

Sementara itu dari pantauan di lapangan, AF dibawa ke kantor Kejari Muara Bungo sekitar pukul 22.00 WIB. Sekitar pukul 23.40 AF dibawa ke Lapas mengunakan mobil avanza.

Kasi Pidsus Kejari Muara Bungo, ‎Dasmi Yulian, menyebut penahanan dilakukan karena penanganan kasus AF sudah masuk tahap II (lengkap). Selanjutnya, kata Dasmi, AF akan dibawa ke Kota Jambi untuk menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jambi.

"Untuk sementara kita titipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Muara Bungo", ungkap Dasmi Kasi Pidsus yang baru.

Untuk diketahui, dugaan korupsi terkait dengan pelaksanaan Gubernur Cup 2013 selain berinisial AF, dua orang PNS Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Bungo juga dijadikan tersangka, yakni inisial Mb dan KA. (JS)

Editor : togupang

Satgas Operasi Bersinar Polda Jambi Amankan Pengedar Di Belakang Toko Buku Gramedia

METROBUTENEWS.COM - Team Opsnal Sub 3 Dit ResNarkoba Polda Jambi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba jenis shabu, pada hari Rabu (23/3) sekira pukul 21.15 wib di  jalan sultan agung belakang toko buku Gramedia kelurahan Solok Sipin  kecamatan Telanaipura dengan menyita satu paket kecil narkotika jenis shabu.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi menjelaskan Team Opsnal sub 3 Dit Reserse Narkoba Polda Jambi dalam rangka operasi bersinar telah mengamankan pelaku diduga pengedar atas nama M. Suhardiman alias Ardi alias Kecik Bin Zulfikar di  jalan Sultan Agung belakang toko buku Gramedia kelurahan Solok Sipin  kecamatan Telanaipura,  kemudian setelah dikembangkan di rumah tersangka dilakukan penggeledahan di  Jalan slamet riyadi no 7 kelurahan legok kecamatan telanai  didapatkan lagi barang bukti yaitu 1 toples plastik yg di bagian tutup nya berisikan 1 paket sedang narkotika jenis shabu

Dari tersangka petugas opsnal Sub 3 Dit ResNarkoba Polda Jambi mengamankan barang bukti yaitu satu paket kecil narkotika jenis shabu, satu toples plastik yg di bagian tutup nya berisikan 1 paket sedang narkotika jenis shabu, satu unti handphone dan satu unit motor honda merk scoopy dengan nopol BH 6070 YJ

Selanjutnya tersangka di amankan di Mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksan lebih lanjut.(rshi)

Operasi Bersinar 2016, Polres Sarolangun Amankan Ibu-ibu Kurir Narkoba

METROBUTENEWS.COM - Senin 21/03 Satresnarkoba Polres Sarolangun mengamankan Wanita berinisial SW (29), warga Pasar Pelawan,  saat melakukan transaksi sabu diwilayah Kecamatan Pelawan.

Penangkapan kurir sabu ini berawal saat anggota Satresnarkoba sekira pukul 13.00, mendapat informasi dari warga. Info tersebut menyebutkan, bahwa di desa Pasar Pelawan, terdapat seorang yang diduga melakukan penjualan narkotika jenis shabu.

Berdasarkan informasi, anggota Satnarkoba menyamar sebagai pembeli. Dan sekitar pukul 16.00 anggota yang menyamar melakukan transaksi dengan pelaku.

Saat sedang transaksi wanita paruh baya ini langsung diamankan polisi. Bersama tersangka juga diamankan barang bukti sabu yang diletak dalam gelas Ale-Ale.

Untuk pengembangan kasus, Satresnarkoba lalu melakukan penggeledahan di rumah, Saat pengeledahan  anggota  Satresnarkoba menemukan barang bukti lain. Yakni sejumlah uang dan pipet untuk menyendok sabu (team)

Bentrok SAD VS Warga, Kantor PT LAJ Dibakar Imbas Amukan Massa

METROBUTENEWS.COM - Bentrok  terjadi lagi antara warga Suku Anak Dalam (SAD)) dengan warga  Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu berujung aksi penyerangan. Warga menyerang permukiman SAD pimpinan Temenggung Hasan yang ada di lahan perkebunan sawit perusahaan.PT LAJ.

Akibat kejadian ini beberapa rumah dan sebuah mobil jenis minibus dibakar oleh warga Desa akibat ulah warga SAD menjual beli lahan masyarakat  kelompok tani yang sudah ditanami sawit dan karet.

Kekesalan masyrakat kelompok tani terjadi kepada pihak perusahaan PT LAJ, tanpa diketahui masyarakat kelompok tani PT LAJ membeli lahan perkebunan masyarakat dari suku anak dalam  (SAD) sehingga terjadi bentrok SAD VS WARGA. Rebutan lahan yang berlanjut perkelahian antara warga Kelurahan Pulau Temiang berinisial SJ dengan warga SAD berinisial CG.

"Mereka berkelahi di Desa Pemayungan. Sama-sama mengalami luka bacok. Karena pakai senjata tanjam," ujarnya.
Rupanya ini berlanjut. Sekira pukul 10.00 warga Pulau Temiang menyerang. Sasarannya adalah pemukiman SAD pimpinan Tumenggung Hasan. Barak serta kantor PT Lestari Alam Jaya (LAJ) juga jadi sasaran pengrusakan.

"Sekitar 300 orang yang nyerang. Kantor, barak, dan gudang pupuk PT LAJ juga dihajar" ujar Husnil, warga Tebo Ulu.

Camat Tebo Ulu, Yahoza mengatakan warga Pulau Temiang yang mengalami luka bacok bernama Dafri. Dibacok menggunakan kapak di bagian dahinya oleh oknum warga SAD.

"Warga Pulau Temiang balas menyerang. Tapi warga SAD sudah kabur semua. Makanya pemukiman SAD dan kantor PT LAJ yang jadi sasaran amuk massa," ujarnya.

Ia katakan situasi sepenuhnya sudah diamankan aparat. Beberap orang juga diamankan untuk dimintai keterangan. Sementara Dafri dirujuk ke RSUD H Hanafie di Muara Bungo. (TEAM)


Editor : togupang

Peredaran Narkoba di Kerinci Semakin Marak

METROBUTENEWS.COM Kerinci, Peredaran Narkoba di wilayah Kerinci dan Kota Sungaipenuh saat ini telah mengkhawatirkan. Sejumlah tersangka dan barang bukti sudah banyak diamankan pihak kepolisian.

Kapolsek Gunung Kerinci, Ipda Pasaribu dikonfirmasi harian ini mengatakan dalam tiga minggu ini pihaknya telah meringkus tiga orang pengguna dan pengedar narkoba. Menurut dia, dari kasus pertama tentang sabu-sabu pihaknya meringkus tersangka Aong dan pekan selanjutnya dari operasi yang dilakukan Polsek berhasil mengamankan dua orang tersangka Desra dan Andi yang merupakan pengedar Narkoba jenis ganja.

"Tersangka Aong ditangkap di Bukit Tengah, sedangkan tersangka Desra ditangkap di Siulak Mukai dan Andi ditangkap di Siulak Kecil,"jelasnya.

Ipda Pasaribu juga menjelaskan dalam waktu tiga minggu, pihaknya berhasil mengamankan tiga tersangka dan barang bukti. "Sampai saat ini kita terus dalami kasus ganja dan mengejar DPO  Lakiten yang diduga memiliki ladang ganja. Kita terus melacak keberadaannya," sebutnya.

Beredar kabar lagi dalam razia di wilayah Bukit Tengah, Kecamatan Siulak ada beberapa orang yang terjaring razia narkoba. Bahkan diisukan ada anggota kepolisian yang ikut terjaring razia.

Hanya saja Kapolsek dimintai keterangan membantah dan menuturkan tidak ada anggota yang kena razia tersebut. 

"Kalau anggota tidak ada kita temukan dalam razia. Tapi kalau warga ada yang kita tangkap," ujarnya

Terkait ladang ganja yang diduga di wilayah gunung kerinci, Kapolsek mengatakan sampai saat ini belum ditemukan dan kepolisian masih melakukan investigasi di lapangan.

Diketahui sebelumnya, di wilayah hukum Polres Pekanbaru, belum lama ini telah diamankan tiga orang pengedar sabu-sabu. Namun dari keterangan tersangka barang haram tersebut didapatkannya dari salah satu bandar besar di Kota Sungaipenuh, Jambi.

Editor : togupang

Jangka Satu Tahun, 25 Polisi di Jambi Dipecat

METROBUTENEWS.COM  – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi tidak main-main dalam menerapkan aturan disiplin terhadap bawahannya. Bagi yang melakukan pelanggaran, dikenakan saksi sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Bahkan sepanjang tahun 2015 lalu, ada 25 orang personel kepolisian di jajaran Polda Jambi yang dipecat karena berbagai kasus. Ini seperti dikatakan Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Jambi, Kompol Wirmanto, saat dikonfirmasi. 

“Rinciannya 1 orang pamen (perwira menengah), 1 orang pama (perwira pertama), dan 23 orang Bintara,” kata Wirmanto, Selasa (1/3). 

Lebih lanjut Wirmanto mengatakan, dari 25 orang personel yang dipecat tersebut 7 diantaranya merupakan personel yang bertugas di Polda Jambi. Kemudian 6 orang di Polresta Jambi, dan 3 orang di Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). 

Selanjutnya, masing-masing 2 orang di Polres Muaro Jambi, Polres Tebo, dan Satuan Brimob Polda Jambi. Sementara itu di Polres Tebo ada 1 personel yang dipecat. 

Dikatakannya lagi, kebanyakan dari personel yang dipecat tersebut dikarenakan mereka desersi, atau tidak masuk dinas selama 30 hari secara berturut-turut. “Beberapa orang diantaranya juga ada yang tersangkut kasus pidana dan penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. (team)

Editor : togupang

Operasi Simpatik, Polres Tebo Libatkan TNI Dan Dishub

METROBUTENEWS.COM - Operasi Simpatik lalu lintas demi mewujudkan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) juga akan dilakukan di Kabupaten Tebo.

Dan dalam operasi serentak diseluruh indonesia ini juga akan dilaksanakan  selama
21 hari. Hal ini dikatakan langsung oleh Kasat Lantas polres Tebo, Feby Haryanto saat dikonfirmasi Wartawan. "Dari Tanggal 1 hingga 21 Maret kita akan melakukan Operasi simpatik," ungkap Feby.

Dan untuk jumlah personel yang akan diturunkan dalam pelaksanaan operasi simpatik ini, lanjut Feby, belum dapat dipastikan jumlahnya. Namun jika untuk kisaran itu berkemungkinan ada sekitar 30 personil  yang siap melaksanakan tugas operasi. "Personil yang diturunkan sekitar 30 orang. dan untuk penertiban akan dilakukan dirute biasa antara simpang tugu hingga batas wilayah Lapas Tebo," terangnya.
 
Dalam operasi inipun, Feby menyebutkan bahwa bukan hanya anggota Kepolisian saja yang melakukan razia dalam operasi simpatik, akan tetapi Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga Dinas Perhubungan juga ikut bekerja sama dalam mewujudkan KTL.

"Untuk Keterlibatan, selain anggota Kepolisian, TNI hingga Dishub juga diikut libatkan," ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya, target razia operasi simpatik diperuntukkan semua jenis kalangan, baik itu kalangan pelajar, hingga masyarakat. Dan raziapun bukan hanya diprioritaskan kepada kendaraan roda dua, tapi roda empat juga ikut dirazia."Untuk target penertiban ditujukan ke semua kalangan, baik yang  menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat," ucapnya.

Maka dari itu, diharapkan untuk semua elemen masyarakat Kabupaten Tebo dan sekitarnya bisa berkendara dengan tertib agar tercipta KTL yang selema ini memang diharapkan khalayak ramai. Dan untuk ketertiban  tersebut bukan hanya semata karena adanya Razia atau operasi simpatiksaja, namun bisa dilakukan secara terus menerus. (zub)

Tiga Hari Dibawa Kabur, Gadis Remaja di Tebo Dua Kali Digauli

METROBUTENEWS.COM  - JK (18), warga Kecamatan Tebo Ulu, Kamis (11/2) lalu sekitar pukul 19.30 WIB, ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tebo, setelah dilaporkan membawa kabur dan menggauli anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Sahlan, saat dikonfirmasi mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban, yang merupakan warga Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. "Saat ditangkap, pelaku tengah bersama korban," kata Sahlan, Sabtu (13/2).

Sahlan menerangkan, korban yang maasih berusia 15 tahun dibawa kabur oleh pelaku sejak Selasa (9/2) lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Oleh pelaku, korban dibawa ke sejumlah tempat. Dari hasil pemeriksaan, lanjut Sahlan, pelaku juga diketahui dua kali menggauli korban.

"Pengakuan pelaku, mereka sempat dua kali berhubungan badan di ruko milik kakak ipar pelaku," beber Sahlan.

Lebih lanjut Sahlan mengatakan, terkait kasus ini pelaku dijerat dengan pasal 76D dan 76E ketentuan pidana ayat (1), (2) dan pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 332 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. "Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

Breaking News!!! Anggota Brimob di Merangin Tewas Gantung Diri

METROBUTENEWS.COM - Anggota kepolisian di Jambi kembali nekat mengakhiri hidupnya dengan caraa gantung diri. Kali ini, anggota Brimob Detasemen B Pamenang yang ditemukan tewas gantung diri.

Anggota polisi berinisial BH dengan pangkat Brigadir tersebut ditemukan tewas sekitar pukul 04.00 WIB dini hari tadi, Jumat (12/2). BH ditemukan di kediamannya di BTN Sungai Ulak. 

"Untuk sementara penyebab meninggalkan karena gantung diri," kata Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga, saat dikonfirmasi wartawan via ponselnya.

20 Ton Avtur Diduga Ilegal Diamankan

METRONUTENEWS.COM  – Sebanyak 20 ton avtur atau minyak pesawat yang diduga illegal, Sabtu (30/1) dini hari kemarin sekitar pukul 01.00 WIB, diamankan anggota Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Jambi. Avtur tersebut diamankan karena tidak memiliki dukumen yang lengkap.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, mengatakan 20 ton avtur tersebut diamankan di wilayah perairan Sungai Batanghari, tepatnya di Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Disebutkannya, avtur tersebut diangkut oleh Kapal Motor (KM_ Harapan Baru, yang dinakhodai AR (50), warga Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Dikatakannya lagi, diamankannya 20 ton avtur tersebut bermula saat petugas melihat gelagat aneh yang ditunjukkan nakhoda saat KM Harapan Baru melintas. Karena curiga, petugas lantas menghentikan kapal tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 20 ton avtur tersebut dimuat dalam 100 drum minyak.

Saat ditanyai petugas, nakhoda kapal tidak bisa menunjukkan dokumen maupun surat izin pengangkutan avtur tersebut. Akhirnya nakhoda kapal beserta barang bukti diamankan guna proses lebih lanjut.

“Saat ini nakhoda kapal beserta barang bukti diamankan oleh pihak Ditpolair Polda Jambi guna proses lebih lanjut,” kata Kuswahyudi, Minggu (31/1).

Terkait kasus ini, nakhoda kapal diduga telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 53 huruf b Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2-1 tentang Minyak dan Gas. “Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pengembangan,” tandasnya.

Melawan Saat Ditangkap, Tedy Terkapar Ditembak Polisi

METROBUTENEWS.COM  Sarolangun. Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Mandiangin Sabtu (30/1) malam sekitar pukul 19.30 WIB, menangkap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba bernama Tedy Sarlex (25), warga Simpang Karmeo, Kecamatan Bathin XXIX, Kabupaten Sarolangun. Namun penangkapan tidak berjalan mudah, karena Tedy melakukan perlawanan dengan menodongkan senjata tajam (sajam) kepada petugas. 

Akhirnya, petugas kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap Tedy, dengan melepaskan tembakan terukur ke paha. Tedy pun terkapar, dan kemudian langsung diamankan petugas untuk proses lebih lanjut. 

Informasi yang berhasil dirangkum, penangkapan bermula saat anggota Polsek Mandiangin yang tengah berpatroli mendapatkan informasi akan ada pesta narkoba di rumah Muhlis yang berada di RT 02 Desa Bukit Peranginan, Kecamatan Mandiangin. Informasi tersebut lantas ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Setelah menyakini informasi yang diperoleh benar, petugas kepolisian lantas melakukan penggerebekan di rumah Muhlis. Mengetahui ada petugas kepolisian yang datang, Muhlis langsung melarikan diri lewat pintu belakang. Sementara itu Tedy yang masih berada di dalam rumah, melakukan perlawanan dengan menggunakan sajam. 

Petugas sempat dua kali menelaspan tembakan peringatan ke udara. Namun bukannya takut, Tedy malah berusaha menyerang petugas. Akhirnya, petugas kepolisian yang datang melakukan penangkapan melumpuhkan Tedy dengan tembakan.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti berupa serbuk kristal diduga sabu-sabu seberat lebih kurang satu gram, bong (alat hisap sabu, red), pisau, korek api gas, dan sebuah ponsel, kita amankan untuk peruses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek Mandiangin, AKP Vicky Triharyanto, Minggu (31/1). 

Miliki Narkoba, Oknum Polisi Diringkus

METROBUTENEWS.COM – EJ (32), oknum polisi yang bertugas di Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) kini terancam mendapat sanksi berat, setelah kedapatan memiliki narkoba. Ia diringkus Kamis (28/1) lalu sekitar pukul 15.30 WIB.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, mengatakan dua orang rekan EJ juga ikut diamankan. Mereka adalah ID (36), warga Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, dan TN (46), warga Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir.

“Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satresnarkoba yang di backup Unit Buser dan Reskrim Polres Tanjabbar. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kuswahyudi, Minggu (31/1).

Lebih lanjut Kuswahyudi mengatakan, penangkapan dilakukan di Jalan Ahmad III, RT 14 Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir. Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan di Jalan Ahmad III sering terjadi penyalahgunaan narkoba.

Selain ketiga pelaku, Kuswahyudi mengatakan juga diamankan barang bukti berupa satu paket sedang dan satu paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu. Selain itu juga diamankan satu bungkusan plastik berisi sabu sisa pakai yang sudah mencair, serta empat bungkus plastic sisa sabu yang sudah habis.

Selain itu, juga diamankan barang bukti berupa timbangan merk acis, seperangkat alat hisap sabu (bong, red) yang terbuat dari botol kaca parfum, tiga buah mancis gas, lima bungkus kantong plastik, lima buah isolative, satu botol obat batuk, enam buah pirek kaca, tiga buah dot, tiga buah sendok terbuat dari pipet kecil, dan masing-masing satu buah dompet berisi plastik bening warna hijau, dompet merk gas, kotak plastik, dan handphone merk Samsung.
 
“Saat ini masih dilakukan pengembangan. Brang bukti juga diujikan ke BPOM. Untuk anggota yang ikut diamankan, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya

BCA Simpang Rimbo Dibobol Pencuri

METROBUTENEWS.COM - Kantor Bank Central Asia (BCA) yang berlokasi di Jalan Pattimura, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru, Sabtu (30/1) pagi mendadak ramai dikerumuni warga. Warga penasaran dengan garis polisi yang terpasang di kantor BCA tersebut.

Usut punya usut, ternyata kantor BCA yang berlokasi di wilayah Simpang Rimbo tersebut baru saja dibobol pencuri. Peristiwa ini diperkirakan terjadi dini hari tadi.

"Ketahuannya baru pagi tadi, saat pegawai membuka kantor," kata Fatimah, salah seorang warga di lokasi kejadian.

Menurut Fatimah, pelaku diduga masuk ke dalam bank dari ruko yang ada di sebelahnya, dengan cara memjebol dinding. "Ada lobang di dinding. Pelaku diduga masuk lewat sana," ujarnya.

Lebih lanjut Fatimah mengatakan, pada malam hari warga memang sering mendengar ada yang beraktivitas di ruko yang berada di samping kantor BCA tersebut. Namun warga tidak curiga, karena mengira penyewa ruko tersebut sedang melakukan renovasi.

Di situ memang ado bahan bangunan. Malam hari terdengar seperti orang kerjo. Dak tau kalau dio menjebol tembok untuk masuk ke dalam bank," tandasnya.
antauan di lapangan, petugas kepolisian telah datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Mesin ATM yang ada di bank tersebut menjadi sasaran pelaku, namun jumlah kerugian belum diketahui.
 
Support : PT. TORPANA TATA STUKTUR | pang.doc | Metro Bute
Copyright © 2015. MetrobuteNews - All Rights Reserved
Published by Metrobutenews.com
Proudly powered by pang