METROBUTENEWS.COM
- Bentrok terjadi lagi antara warga Suku
Anak Dalam (SAD)) dengan warga Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu
berujung aksi penyerangan. Warga menyerang permukiman SAD pimpinan Temenggung
Hasan yang ada di lahan perkebunan sawit perusahaan.PT LAJ.
Akibat kejadian ini beberapa
rumah dan sebuah mobil jenis minibus dibakar oleh warga Desa akibat ulah warga
SAD menjual beli lahan masyarakat
kelompok tani yang sudah ditanami sawit dan karet.
Kekesalan masyrakat
kelompok tani terjadi kepada pihak perusahaan PT LAJ, tanpa diketahui masyarakat
kelompok tani PT LAJ membeli lahan perkebunan masyarakat dari suku anak dalam (SAD) sehingga terjadi bentrok SAD VS WARGA.
Rebutan lahan yang berlanjut perkelahian antara warga Kelurahan Pulau Temiang
berinisial SJ dengan warga SAD berinisial CG.
"Mereka berkelahi di
Desa Pemayungan. Sama-sama mengalami luka bacok. Karena pakai senjata
tanjam," ujarnya.
Rupanya ini berlanjut.
Sekira pukul 10.00 warga Pulau Temiang menyerang. Sasarannya adalah pemukiman
SAD pimpinan Tumenggung Hasan. Barak serta kantor PT Lestari Alam Jaya (LAJ)
juga jadi sasaran pengrusakan.
"Sekitar 300 orang
yang nyerang. Kantor, barak, dan gudang pupuk PT LAJ juga dihajar" ujar
Husnil, warga Tebo Ulu.
Camat Tebo Ulu, Yahoza
mengatakan warga Pulau Temiang yang mengalami luka bacok bernama Dafri. Dibacok
menggunakan kapak di bagian dahinya oleh oknum warga SAD.
"Warga Pulau Temiang
balas menyerang. Tapi warga SAD sudah kabur semua. Makanya pemukiman SAD dan
kantor PT LAJ yang jadi sasaran amuk massa," ujarnya.
Ia katakan situasi
sepenuhnya sudah diamankan aparat. Beberap orang juga diamankan untuk dimintai
keterangan. Sementara Dafri dirujuk ke RSUD H Hanafie di Muara Bungo. (TEAM)
Editor : togupang

Posting Komentar