METROBUTENEWS.COM
- Jambi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi akan menyelidiki temuan
uang palsu dalam mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang belum lama ini
ditemukan salah seorang warga di Kota Jambi. OJK juga akan mengawasi bank
bersangkutan.
Kepala
OJK Jambi, Darwisman, mengatakan Bank Jambi selaku bank yang diduga terdapat
uang palsu dalam mesin ATM-nya harus segera berbenah. "Jangan sampai
terjadi lagi. Tentunya ini juga berlaku bagi seluruh bank yang ada," ujar
Darwisman di Jambi, Kamis (14/4/2016).
Ia
juga meminta agar seluruh bank serius dan jeli dalam menyortir uang yang akan
disalurkan kepada masyarakat. Secara prosedural, kata dia, sortir uang
dilakukan sebanyak tiga kali sebelum didistribusikan melalui mesin ATM.
"Tapi,
saya juga heran kenapa bisa sampai uang palsu masuk di ATM. Ini yang akan OJK
telusuri dari mana asalnya," Darwisman menjelaskan.
Pada
Jumat siang pekan kemarin, Asiah, warga Kota Jambi dikagetkan dengan temuan
uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak dua lembar. Asiah awalnya tidak curiga.
Bermula saat dirinya menarik uang Rp 2 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dari
sebuah ATM Bank Jambi.
Kecurigaan
bermula saat Asiah akan membayar usai membeli pulsa. Uang Rp 100 ribu ditolak
oleh pedagang karena uang tersebut terlihat lecek, tidak seperti uang pada
umumnya.
Penolakan
juga dilakukan sejumlah pedagang lainnya saat Asiah ingin membelanjakan uang
yang baru saja ditariknya dari ATM itu. Merasa curiga, Asiah akhirnya bertanya
kepada saudaranya yang mengerti. Setelah dicek, uang tersebut dinyatakan palsu.
Bersama
sejumlah keluarganya, Asiah lantas memeriksa seluruh uang yang ditariknya dari
ATM. Dari Rp 2 juta uang Asiah itu, total ditemukan 2 lembar uang diduga palsu
pecahan Rp 100 ribu.
Tak
lama kemudian, Asiah melaporkan temuan uang palsu dalam ATM itu ke Ombudsman
perwakilan Jambi.
Temuan
uang palsu dalam ATM itu juga didengar oleh Gubernur Jambi Zumi Zola. Zumi
mengaku prihatin, apalagi ditemukan di salah satu ATM milik Bank Jambi yang
notabene adalah bank milik Pemprov Jambi.
"Nanti
kita panggil (Dirut Bank Jambi), kok bisa terjadi seperti itu, karena mereka
yang bertanggung jawab mengenai peredaran uang itu," ujar Zola.

Posting Komentar