Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Tebo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tebo. Tampilkan semua postingan

Terulang Lagi Penyerobotan Tanah Masyarakat Oleh PT LAJ


METROBUTENEWS.COM – Kabupaten Tebo.  PT  Lestari  Asri Jaya dan PT Wahana Mukti Wisesa  kembali lagi merebut lahan warga masyarakat  suo – suo dan kecamatan sumai dan desa muaro sekalo kecamatan VII koto dan kecamatan VII koto ilir  masyarakat  resah  atas  ke kejaman  oknum dari perusahaan pt laj selalu menggusur  tanah masyrakat  dengan tidak menusiawi.

Pihak perusahaan PT LAJ melakukan penggusuran dengan sencara paksa melalui preman – preman yang di biayai oleh perusahaan untuk menggusur  milik rakyat. Perusahaan PT LAJ dinilai masyarakat memaksakan kehendak  untuk menggusur  sencara paksa tampa pemberitahuan dan tidak manusiawi.

Dan perlu diketahui pt laj ini mulai tahun 2012 lalu “ tak pernah baik dengan masyrakat lokal  dan kemudian selalu merampas hak masyarakat  dengan alasan  mengantongi ijin HGU  di lokasi  patokan 55  dan desa pulau tamiang  dengan luas lahan 61,495.ha dan lahan pt wahana mukti wisesa dangan luas 9.263,77 ha,dan pada jaman itu rapat dilakukan di provinsi jambi pada tanggal   6 september 2012 dijambi melibatkan  dinas  kehutanan provinsi jambi dan badan pertanahan provinsi jambi dan polda jambi yang berujung hasil muswarah tersebut  untuk mengusir masyrakat pendatang  dengan kejam sebanyak   1500 kk dinilai sistim prilaku perusahaan ini tidak manusiawi  dan memamfatkan para pejabat – pejabat pada waktu itu selalu membekap perusahaan dan merampas hak masyarakat tampa mempedulikan hak masyrakat kecil dan jelas melanggar  hak manusia sebagai insan bisa.

Kemudian pada tahun 2013 yang lalu terjadi lagi  tidak kekerasan antar perusahaan dengan masyrakat  menhilangkan nyawa manusia dan pihak perusahaan menerima kariawan menjadi preman – preman tukang pukul masyarakat dan mengadudombakan antar masyarakat etrjadi lagi  huru – hara.

Kemudian tahun 2016 terjadi lagi permasalahan dengan masyarakat pihak perusahaan melakukan norma – norma kekerasan  merampas hak masyarakat dengan secara paksa, sesuai dengan keberadaan perusahaan PT LAJ ini masyrakat resah dan meminta pemerintah derah kabupaten tebo dan pemerintah provinsi jambi segera membekukan ijin yang dimiliki PT LAJ.

Dan kemudian masyrakat meminta  agar di kaji ulang dengan menteri  kehutanan  pusat ijin yang  dimiliki PT LAJ  apakah ada oknum – oknum pejabat yang kkn sehingga dapat menerbitkan ijin hgunya tampa melibatkan masyarakat lokal.

Masyarakat meminta agar segera membekukan ijin PT LAJ karena tidak mengindahkan masyrakat kecil dan tidak memberi rasa keamanan.dan tidak mementingkan hak masyrakat.

Sesuai dengan peraturan pemerintah republik indonesia nomor 104 tahun 2015 .
Mengigat : telah di ubah 1 – pasal  5  ayat ( 2) undang – undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dan 2 – undang – undang nomor 41 tahun 99 tentang kehutanan (lembaran negara republik indonesia tahun 1999 nomor 167  tambahan lembaran negara republik indonesia nomor 3888) sebagaimana telah di ubah dengan undang –undang  nomor 19 tahun 2004 tentang penetapan peraturan  pemerintah pengganti  undang – undang nomor 1  tahun 2004  no 86 tambahan lembaran negara repubik indnesia nomor 4412.

Suami - Istri Tewas Tabrakan Mobil Avanza Dan Truk Ps Pengangkut Elpiji Di Tebo

METROBUTENEWS.COM - Kabupaten tebo,  musibah menimpa keluarga  berinisial (NN) hari jumat  tanggal 22 april 2016 di pal 6  lewat pasar tebo menuju kota padang  terjadi kecelakaan yang menewaskan  suami dan istri. Tabrakan laga kambing antara mobil avanza jenis plat BH 1990 HK dengan TRUK PS  BH 8781 UU hendak menuju pasar  tebo.


Namun naas nasib keluarga (NN) Terjadi musibah yang tak  terduga, setelah di temui awak media kerumah sakit umum kebupaten tebo melihat kondisi kecelakaan  orang tua (NN) di kamar mayat  sangat  meperihatinkan dengan kaki  kanan  patah  dan remuk  terbelah dua penyebab bantingan mesin depan tergeser kebelakang  dan istrinya duduk dikursi no 2 di belakang supir  juga patah kaki kanan yang mengenaskan, sedangkan posisi anaknya berinisial (NN) umur 33 tahun anak sikorban duduk didepan sebelah kiri namun NN hanya luka di kepala dan lagi dirawat di kamar rawat darurat rumah sakit umum kabupaten tebo.


Setelah lebih dari 3 jam anak (NN) baru sadar  dan bidan / perawat rumah sakit menanyakan tujuan mereka dan NN memberi tau tujuan mereka adalah hendak ke kota  padang  berangkat dari jambi namun memang kami tadi di daerah pal 5 kabupaten tebo  sholat  di mesjid tersebut sementara setelah kami selesai sholat lalu bapak mengajak berangkat, namun aneh seolah-olah  mobil geraknya  kok  bisa mutar – mutar, dua kali lewat mesjid tersebut lalu kami langsung berangkat  dan kemudian belum sampai perjalanan sejauh 1 km terjadilah kejadian  tidak terduga ini,” ungkapnya.

Kejadian  menurut  saksi mata dari masyrakat  setempat melihat mobil truk ps pengangkut  elpiji melaju kencang  dan di depannya ada mobil tronton bermuatan berat dengan lambat  satu arah menuju pasar tebo namun langsung dipotong  supir truk elpiji tersebut  ke  kanan sementara mobil avanza arah yang berlawanan dari tebo menuju padang tetap di jalurnya  dengan kecepatan diperkirakan 60 km/jam namun dengan laju  mobil truk ps pengangkut elpiji tersebut dari belakang tronton memotong  kekanan dengan kecepatan tinggi,  lalu terjadi adu kambing dan menghantam mobil avanza tersebut. namun   menurut  informasi laka lantas yang berada di lokasi kejadian saat ditemuin awak media kecelakaan ini akan lebih diperdalam dan  diserahkan  sepenuhnya kepada laka lantas kapolres kabuten tebo.   

Editor : pang

Hati - Hati Minyak Goreng Curah, Tidak Sehat Dikonsumsi


METROBUTENEWS.COM  - Kabupaten Tebo. Hati - hati mengkonsumsi minyak goreng curah atau kiloan. Pasalnya, minyak goreng curah diragukan mutunya dan tidak mempunyai jaminan kesehatan, karena tidak berlabel atau mark yang jelas. Memang diakui, minyak goreng curah lebih murah harganya dijual dipasaran dibandingkan dengan harga minyak goreng kemasan yang berlabel.

Berdasarkan peraturan menteri perdagangan (Permendag), Nomor 80 tahun 2014, cukup jelas mewajibkan minyak goreng harus dalam kemasan berlabel dan berstandart SNI. Dipertegas lagi Permendag RI Nnomor 35 tahun 2015, minyak goreng curah atau kiloan tidak boleh lagi dijual dipasaran. Mengkonsumsi minyak goreng curah dikhawatirkan, berdampak pada kesehatan konsumen atau masyarakat.

Pantauan media ini dilapangan, sampai saat sekarang ini masih banyak ditemui minyak goreng curah dijual di pasaran. Seperti di pusat pasar Sarinah,Kelurahan Worotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang masih banyak pedagang Sembako yang menjual minyak goreng curah atau kiloan. Bahkan, Pedagang Partai besar alias Grosir masih menyalurkan minyak goreng curah tersebut.

Kadis Perindagkop dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Tebo, dikonfirmasi melalui Kabid Perdaganngan Asmuni mengatakan,      pihaknya mebenarkan adanya Peraturan Menteri Perdagangan yang melarang beredarnya atau di jualnya minyak goreng curah, karena tidak ada jaminan kesehatan (uji klinis- red).”Benar aturan atau Permendag ada terkait larangan dijualnya minyak goreng curah tanpa label dan standar SNI. Jelas Kabid Perdagangan Asmuni, pada Koran ini, baru - baru ini.

Ditambahkannya, terkait adanya Permendag tentang minyak goreng  curah, pihak Dinas Perindagkop dan Pengelolaan Pasar Kabupaten tebo sudah menyikapi sesuai Tupoksi dalam pengawasan perdagangan di wilayah Kabupaten Tebo, diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menyurati sebgian pedagang agar tidak menjual minyak goreng curah atau kiloan. " Benar kita sudah menyurati sebagian pedagang, untuk tidk lagi menjual minyak goreng curah yang dapat berdampak pada kesehatan konsumen. " Pungkas Kabid Asmuni.

Zamani, salah seorang tokoh masyarakat yang kesehariannya mengunjungi Pasar Sarinah Wirotho Agung, meminta kepada Dinas terkait (Perindagkop - red) agar segera Sidak turun ke Pasar Sarinah untuk meraziai keberadaan minyak goreng curah  yang masih di jual di pasar Sarinah . " Kami minta, Dinas Perindagkop dan Instansi terkait melakukan razia minyak goreng curah di Rimbo Bujng dan sekitarnya. " Harap Jauhari Gayo.(zub)

Bidan Desa Di Tebo Terjaring Razia Saat Sedang Mabuk Tuak


METROBUTENEWS.COM - Dalam Razia Gabungan yang dilaksanakan Polres Tebo dan Satpol PP Tebo Sabtu malam (16/4) , 8 wanita yang sedang mabuk tuak di Kafe Ricas di Jalan Poros Keluruhan Wiroto Agung Kecamatan Rimbo Bujang diamankan.

Mirisnya, salah satu dari mereka merupakan Bidan Desa (Bides) SS (40) yang berstatus PNS. Parahnya lagi, Pada saat dilakukan tes Urine oleh tim Lab RSUD STS Tebo, ternyata SS Positif Narkoba.

Kepala Satuan Pol PP Tebo, Taufik Khaldy saat dikonfirmasi awak media  diruangannya pada Minggu (17/4)  mengatakan bahwa dari Delapan orang yang diamankan Polres Tebo dan Pol PP Tebo pada razia gabungan tersebut diantaranya terdapat Bidan Desa berstatus PNS."Benar, satu diantara mereka adalah PNS Tebo, terhadapnya kita sudah lakukan tes urine, hasilnya positif menurut pemeriksaan dari lab rumah sakit, tapi untuk hasil resminya senin baru dikeluarkan, sebab ini hari libur," ujar Taufik Khaldy.

Dijelaskannya lagi bahwa delapan orang yang diamankan ini yaitu SP (34) Berstatus petani karet, NG (39) penjual sayur dan mantan PSK, AS (31) berprofesi petani, ASC (32) berprofesi petani, SD (38) berprofesi sebagai PSK, SS (40) berprofesi PNS, KM (39) berprofesi Tukang Urut dan DV (35) berstatus IRT.

Selain itu dikatakannya lagi, bahwa awalnya target utama tim gabungan ini bukan razia di kafe Ricas, namun warem-warem dan Kafe-kafe yang selama ini dihebohkan oleh banyak masyarakat  berjumlah empat kafe di jalan poros Wirotho Agung Rimbo Bujang tutup."Awalnya kita pantau ke empat kafe yang sudah kita berikan SP1 pada Senin lalu, dimana dalam SP1 itu agar kafe tersebut ditutup karena sudah mengganggu Trantibumas. Namun karena kita lihat empat kafe tersebut sudah ditutup, maka kita lanjutkan razia ke kafe Ricas," beber Taufik.

Disambungnya, Razia di kafe Ricas inilah tim gabungan menemukan 8 orang wanita pada Pukul 23.00 Wib diantara banyak laki-laki. Wanita-wanita ini ditemukan sedang duduk minum tuak.

"Jadi diantara pengunjung yang datang kita temukan dalam satu meja itu ada delapan perempuan, dan disana mereka minum tuak, dari situlah kita amankan, selain 8 perempuan ini juga kita amankan sepeda motor yang tidak bersurat sebanyak 10 unit serta 24 botol minuman keras," pungkasnya.

Terkait adanya PNS yang diamankan sedang mabuk tuak dan Positif Narkoba, Peltu Sekda Tebo, Harmain sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya perbutan PNS tersebut sudah mencoreng nama baik Pemkab Tebo."Saya sudah mendapatkan informasi dari kasat Pol PP. Tentunya hal ini sangat kita sayangkan, apa lagi yang bersangkuta (SS_red) merupakan  seorang perempuan, " ungkap Harmain.

Untuk tindak lanjutnya, dirinya mengaku masih menunggu Laporan resmi dari satpol PP dan hasil tes urine resmi dari rumah sakit. Setelah itu baru akan berkoordinasi dengan BKD dan Dinas Kesehatan. "Senin besok baru kita terima laporan resmi, setelah kita akan koordinasikan dengan pihak BKD dan Dinkes," jelas Harmain.

Guru Di Rimbo Ulu Mengeluh Gaji Dipotong Zakat Profesi


METROBUTENEWS.COM - Rencana pemotongan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Tebo, yang di peruntukkan zakat profesi menuai pro dan kontra. Disatu sisi pada umumnya para PNS gajinya sudah minus dan mengeluhkan apabila gajinya di potong untuk zakat profesi sebesar 2,5 persen dari jumlah gaji didaftar (Slip gaji- red). Bayangkan saja, banyak PNS yang menerima gaji setiap bulannya tinggal RP 100 ribu bahkan ada  yang minus dan menambah uang dari kantong. Minusya gaji PNS tersebut, dikarenakan meminjam uang di Bank.

Disisi lain, PNS yang gajinya masih cukup, tidak terlalu banyak meminjam uang di Bank terkesan tidak ada masalah dengan potongan 2,5 persen untuk zakat profesi.

Camat Rimbo Ulu, dikonfirmasi mengatakan, pihaknya membenarkan potongan gaji PNS untuk Zakat profesi diatur oleh Peraturan.” Meskipun Zakat profesi bagi PNS di dukung oleh Peraturan, Rencana akan ada pembahasan dan akan ditinjau ulang. " Tandas Ratno Suwandi,S.Pt,M.Si,

Hal senada, disampaikan Oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rimbo Ulu mengatakan, pihaknya membenarkan kewajiban Zakat profesi bagi PNS harus dibayarkan melalui pemotongan gaji lewat Bendahara gaji dimana PNS itu bekerja.” Zakat merupakan kewajiban umat islam yang harus dilaksanakan,seperti Zakat profesi PNS dan apa lagi ada surat edaran dari Kemenag, Bazda dan Perbup Kabupaten Tebo. Ungkap Musa.S.Ag, M.Pdi.

Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Rimbo Ulu Joko Priyono,S.Pd, di konfirmasi melalui Kasi PLS Saiful.S.pd mengatakan, pihaknya tidak banyak berkomentar terkait Zakat profesi 2,5 persen.  ” Kalau ada PNS yang keberatan terkait zakat profesi 2,5 persen. Silahkan PNS tersebut membuat Surat usulan keberatan ditujukan kepada Bupati Tebo. ”Ujarnya.

Kepsek SDN 79/VIII mengatakan, mekanisme pemotongan gaji Guru di serahkan ke arus bawah. " pemotongan gaji PNS utuk Zakat profesi melalui peraturan atau kebijakan yang ada.Realisasi pembayaran Zakat profesi khusus guru dilingkunganDikbudpora Rimbo Ulu, langsung dibayarkan PNS yang bersangkutan  kepada Kepala Sekolahnya masing-masing. " Jelas Sunarja.S.Pd.

Sementara, beberapa guru seperti Endang Sunarsih dan Zamani guru di Rimbo Ulu, menanggapi dengan mengeluh terkait Zakat profesi untuk PNS. "Kami merasa keberatan, kalau kami dekenakan membayar Zakat profesi sebesr 2,5 persen dari besarnya gaji yang tertera di Slip gaji. Masalahnya, gaji kami setiap bulannya minus, mungkinkah kami harus berutang untuk membayar Zakat profesi. ” Ucapnya.

Ditambahkan oleh salah seorang Kepsek Nurohani.S.Pd, mengatakan pihaknya menanggapi berlainan secara pribadi dan secara PNS. ” Kalau secara pribadi selaku umat islam Zakat merupakan kwajiban ya setuju. Namun, secara PNS saya merasa berat kalau dikenakan zakat profesi 2,5 persen, soalnya gaji saya sudah minus.”Ujar Nurohani. (Zub)

Sempat Putus Sekolah, Adrian Kembali Sekolah Di SDN 118/VIII

METROBUTENEWS.COM – Kabupaten Tebo. Sempat putus sekolah, nasib yang dialami Muhamad Adrian Maulana (7) Bin Riyanto, Siswa Kelas I yang di keluarkan oleh Hj Siti Nariyah Kepsek SDN 195/VIII Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang. Adrian panggilan kesehariannya, anak yang masih lugu dan polos dengan latar belakang ekonomi orang tua yang kurang mampu. Namun, berkat kepedulian Lurah Wirotho Agung di dunia pendidikan, kini Adrian bisa kembali masuk sekolah di SDN 118/VIII Wirotho Agung.

Adrian didampingi Orang tuanya, Senin (21/3) baru-baru ini diantarkan oleh lurah, Kasi Sosial dan Kasi Pemerintahan Kelurahan Wirotho Agung ketempat sekolahannya yang baru di SDN 118/VIII. ”Pada prinsifnya, kita tetap menerima Adrian menjadi Siswa di SDN 118/VIII. Sekolahan merupakan Lembaga Pendidikan untuk membina dan mendidik anak bangsa dalam rangka menimba ilmu pengetahuan.   Sesuai tujuan pendidikan nasional,yaitu untuk mencerdaskan  kehidupan bangsa. ” Ungkap Yos Rizal, S.Pd, Kepsek SDN 118/VIII, pada koran ini.

Susilowati, ibu Adrian kepada Koran ini menuturkan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Lurah Wirotho Agung yang peduli terhadap Adrian yang di keluarkan dari SDN 195/VIII, sehingga sekarang ini bisa kembali sekolah sebagaimana layaknya anak yang lainnya. ” Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Lurah Soedjarijo, yang peduli dan membantu mengurus dan memasukkan anak kami Adrian  kembali Sekolah di tempat yang baru”, Ujar Susilowati Orang tua Adrian, saat berada di SDN 118/VIII.

Sementara, Sodjarijo Lurah Wirotho Agung dikonfirmasi menyebutkan, membenarkan Adrian sudah masuk Sekolah lagi ditempat yang baru di SDN 118/VIII Wirotho Agung. Terlepas motif apa Adrian dikeluarkan dari Sekolahannya, pihaknya tidak mencampuri urusan itu. Yang pasti Adrian tidak boleh berstatus anak putus sekolah, apalagi Adrian baru mengecap pendidikan di bangku Kelas I SD. ”Mulai hari ini, Senin (21/3) Adrian resmi diterima menjadi Siswa SDN 118/VIII. Pogram wajib belajar 9 tahun harus di sukseskan, Semoga tidak ada lagi Adrian Adrian yang lain yang putus sekolah, akibat di kelurkan dari Sekolahan." Pungkas Soedjarijo, Lurah Wirotho Agung. (Zub)


Editor : togupang

SMKN 4 Kabupaten Tebo, Butuh Pembangunan Pagar

METROBUTENEWS.COM -  Rimbo bujang ,SMKN 4 Kabupaten Tebo dibawah pimpinan Kepala Sekolahnya Drs.Sri Supareng,M.Pdi, dengan sejumah tenaga pendidik yang profesional sudah banyak mengukir prestasi Siswa di berbagai bidang.
SMKN 4 Tebo, didirikan sejak tahun 2009, dengan tenaga pendidik 13 PNS ditambah 12 non PNS, Fasilitas yang dimiliki saat ini Bengkel Sepeda Motor lengkap dengan alat praktek, Worshop Audio Vidio, Worshop Bengkel Mobil,Ruang Praktekum Jurusan Akutansi, Ruang Laboratorium Komputer lengkap dengan alat prakteknya. Namun, sampai saat sekarang sekoahan ini belum memiliki pagar. Padahal,pagar tersebut sangat dibutuhkan sekali untuk pengamanan keluar masuk siswa pada jam pelajaran.

Prestasi Siswa yang berhasil pernah diraih seperti PMR Juara I tingkat Provinsi Jambi tahun 2012, Basket Juara III tingkat Provinsi jambi tahun 2014 dan Juara I Bujang Gadis Tebo tahun 2015 serta lainnya. " Berkat kerja keras para dewan guru dan sport wali murid serta keuletan siswa maka berhasil mengukir prestasi yang membawa harum nama SMKN 4 Tebo ini. ” Ungkap Sri Supareng,saat ditemui media ini diruang kerjanya, Kamis (18/2).

Imbuh Sri Supareng, SMKN 4 Tebo mempunyai Moto “SMK Bisa" dalam artian siswa nantinya bisa mandiri, terampil, bersaing dan bisa berrmanfaat bagi dirinya sendiri maupun bermanfaat di tengah masyarakat.” Kita berharap nantinya jebolan atau alumni SMKN 4 Tebo ini bisa memunyai modal ketrampilan untuk berkarya ditengah masyarakat. Walaupun tidak melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka sudah punya bekal keterampilan sesuai Jurusannya." Ujar Sri Supareng.

Lanjutya,Jurusan yang diunggulkan oleh SMKN 4 Tebo ini antara lain, Jurusan Teknik Sepeda motor (TSM) dan Jurusan Teknik Audio Vidio ( TAV). Adapun Ekstra Kurikuler yakni PMR, Pramuka,Olahraga, Rois dan Kesenian.” Kami berharap, agar msyarakat ikut peduli dan rasa memiliki SMKN 4 Tebo. Kami dewan guru dan masyarakat mengharapkan kepada Pemkab atau Dikbudpora Tebo, agar dapat merealisasikan pembangunan Pagar SMK 4 Tebo  yang sangat dibutuhkan. " Pungkas Sri Supareng.(zub)

Tiga Hari Dibawa Kabur, Gadis Remaja di Tebo Dua Kali Digauli

METROBUTENEWS.COM  - JK (18), warga Kecamatan Tebo Ulu, Kamis (11/2) lalu sekitar pukul 19.30 WIB, ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tebo, setelah dilaporkan membawa kabur dan menggauli anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Sahlan, saat dikonfirmasi mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban, yang merupakan warga Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. "Saat ditangkap, pelaku tengah bersama korban," kata Sahlan, Sabtu (13/2).

Sahlan menerangkan, korban yang maasih berusia 15 tahun dibawa kabur oleh pelaku sejak Selasa (9/2) lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Oleh pelaku, korban dibawa ke sejumlah tempat. Dari hasil pemeriksaan, lanjut Sahlan, pelaku juga diketahui dua kali menggauli korban.

"Pengakuan pelaku, mereka sempat dua kali berhubungan badan di ruko milik kakak ipar pelaku," beber Sahlan.

Lebih lanjut Sahlan mengatakan, terkait kasus ini pelaku dijerat dengan pasal 76D dan 76E ketentuan pidana ayat (1), (2) dan pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 332 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. "Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

Musyawarah Antar Desa PNPM Rimbo Bujang Berlangsung Alot

METROBUTENEWS.COM - Rapat Musyawarah Antar Desa (MAD) PNPM Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Jilid II , digelar Rabu (10/2) bertempat di Aula Kantor Camat Rimbo Bujang dihadiri oleh  Faskab Tebo,Camat, BKAD, UPK, Lurah, Kades dan anggota BKD se-Rimbo Bujang.

Forum MAD ini, merupakan MAD Jilid II mengagendakan Laporan pertanggung jawaban (LPJ)Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Artha makmur Tahun Angaran 2015, setelah MAD sebelumnya ricuh dan mempending LPJ tersebut. Dalam MAD Jilid II ini, LPJ UPK Artha Makmur Tahun Anggaran 2015 setelah dibacakan oleh pihak Stakeholder dan diteliti oleh anggota BKD, dinyatakan resmi diterima oleh forum.

Dilanjutkan pemilihan Bendahara BKAD secara poting, dan terpilih Jiman.ST dari Desa Perintis.Yang sebelumnya sempat terjadi kericuhan diforum dan nyaris deadlock. Namun, berkat tampilnya seorang anggota BKD   Soedjarijo yang nota benenya lurah Worotho Agung sebagai mediator, maka pemilihan Bendahara BKAD berjalan sukses.

Forum melanjutkan agenda roling staf UPK. Namun roling staf ini tidak dapat di lanjutkan karena forum kembali ricuh dan memanas, anggota BKD saling bersitegang dan adu argumentasi.

Forum semakin memanas dan tegang,  terkait tindakan kebijakan pihak pengurus BKAD yang di ketuai Agus Jasmanto melakukan penjaringan dan perekrutan tenaga kerja baru NPM secara internal tanpa melalui forum MAD. Tindakan kebijakan Ketua BKAD dianggap sudahmelanggar peraturan yang ada dan melanggar AD/ART PNM. Akhirnya anggota BKD pemegang hak suara tertinggi berang dan kesal. Forum MAD Menyepakati, membatalkan perekrutan tenaga kerja baru PNPM hasil prodak BKAD. Terkesan pihak BKAD kebakaran jenggot

Ketua UPK Artha Makmur Rimbo Bujang, Sularno dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya membenarkan Forum MAD Jilid II (lanjutan - red) berjalan cukup    alot, namun akhirnya bisa selesai juga.       ” Alhamdulillah, akhirnya forum MAD bisa menerima LPJ UPK Artha Makmur tahun anggaran 2015. Kita semua berharaf semua elemen pengurus dan pelaku PNPM dapat bersinergi dan menjalankan tugasnya sesuai Rel atau Tupoksinya." Tutur Sularno Ketua UPK, pada Kora ini, Rabu (10/2).

Sementara itu, Soedjarijo Anggota BKD dari Kelurahan Wirotho Agung dikonfirmasi mengatakan, program PNPM miliknya masyrakat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Masyarakat punya hak mengawasi dan mengkritisi kinerja pelaku PNPM demi kemajuan program pemerintah ini. ” Kami selaku anggota BKD berharap pelaku PNPM dengan profesional dan proforsional untuk kemajuan PNPM Rmbo Bujang dimasa mendatang, " harap Soedjarijo, yang notabene Lurah Wirotho Agung.(Rto)

Musrenbang Rimbo Bujang, Diwarnai Saling Tunjuk Kesalahan

METROBUTENEWS.COM - Kecamatan Rimbo Bujang. Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kecamatan Rimbo Bujang, digelar di Aula Kantor Camat Rimbo Bujang, Selasa (9/2). Hadir pada acara ini Ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto, Anggota DPRD Suwarno, Tri Wahyuni,Sukidi dan H.Ngatiran dari Fraksi Golkar, Para SKPD terkait, Camat, Lurah serta Kades se-Rimbo Bujang.

Dalam gelaran Musrenbang ini dapat disimpulkan, yang semestinya dalam forum Musrenbang Kecamatan menampung dan mengevaluasi hasil Musrenbang tingkat Desa/Kelurahan. Namun, kenyataannya mencuat di forum saling tuding atau saling menyalahkan Tupoksi elemen yang terkait didalam forum Musrenbang.
 
Sekdin BPMPD Kabupaten tebo Suyadi mengatakan, pihaknya menilai proposoal usulan rencana pembangunan tahun anggaran 2016 yang dibuat oleh para Kades di Rimbo Bujang masih banyak yang keliru.  Pembuatan proposal usulan rencana pembangunan desa untuk realisasi tahun 2017 masih perlu di revisi kembali.Seperti, pembutan proposal jangan dicampur adukkan. ” Saya minta kepada para Kades segera merevisi proposal, seperti memisahkan usulan dalam anggaran APB Des dan yang masuk anggaran APBD. Hasil revisi proposal tersebut ditunggu hingga tanggal 11 februari 2016 harus sudah sampai di Kecamatan.”Jelas Suyadi.

Camat Rimbo Bujang Sukiman, dalam forum Musrenbang ini pihaknya menyampaikan uneg-unegnya yang selama ini pihak instansi terkait dalam mengerjakan proyek pembangunan di wilayah Rimbo Bujang, tidak pernah ada pemberitahuan kepada pihak Camat. ” Kita minta, kepada pihak instansi terkait kalau mengerjakan proyek pembangunan, ya mbok camat dikasih tahu biar terkesan sinergi antar lintas sektoral.” Pinta Camat Sukiman.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Tebo Suwarno dari Partai PDI Perjuangan mengatakan, pihaknya mengkritisi terkait masalah pengerjaan pembangunan infrastruktur seperti pengaspalan jalan, jangan seenaknya dialihkan ketempat lain yang tidak masuk dalam skala prioritas yang menyentuh masyarakat." Saya minta kepada  stakeholder terkait pengerjaan proyek pengaspalan jalan jangan dikerjakan yang tidak prosdural. Contohnya, seperti yang terjadi pengaspalan jalan dijalan Palembang yang sisa anggaran dananya dialihkan ke pengaspalan Jalan  Banda Aceh Desa Sidorukun Kecamatan Rimbo Ulu, yang tidak masuk skala prioritas. " Tegas Suwarno.

Ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto menegaskan, pihaknya mengingatkan kepada Kepala Desa/Lurah supaya memasukkan usulan rencana pembangunan desa yang benar - benar menyentuh kebutuhan masyarakat di Musrenbang 2016 ini, sehingga pada tahun 2017 mendatang usulan tersebut bisa direalisasikan." Saya minta, hasil Musrenbang tingkat desa yang dilanjutkan ke tingkat Musrenbang Kecamatan yang benar-benar mengacu pada aspirasi dan kebutuhan masyarakat .” Jelas Ketua DPD Tebo Agus Rubianto, yang notabene Ketua Golkar Kabupaten Tebo. (Rto)

Habitat Tergerus, Kawanan Gajah Serang Desa Balai Rajo


METROBUTENEWS.COM – Kabuapten Tebo. Belasan gajah kembali muncul dan merusak kebun karet milik warga Desa Balai Rajo KM 6 Kecamatan VII Koto Ilir. Bahkan, kawanan gajah tersebut sudah sepekan berada di Desa Balai Rajo.

Informasinya, belasan gajah tersebut sudah sejak sepekan muncul. Bahkan, kawanan gajah tersebut sempat terlihat di Jalan utama Desa Balai Rajo menuju Desa Pasir Mayang Kecamatan VII Koto Ilir.

"Jumlahnya sekira 15 ekor, terkadang gajah itu muncul dijalan arah HTI," terang Roni, salah seorang warga yang melihat langsung.

Selain muncul dijalan Roni menjelaskan, gajah-gajah tersebut juga merusak batang karet muda milik warga hingga tumbang. Namun, yang saat ini dikhawatirkan adalah jika saja gajah-gajah tersebut mendekat ke warga.

“Kami kuatir karena gajah itu sudah mondar-mandir masuk ke perkebunan bahkan sudah nekat kepinggir jalan besar,” Ujar Roni

Roni beserta warga lainnya mengharapkan pemerintah dapat segera turun tangan mengatasi hal ini. Pasalnya, kemungkinan penyebab keluarnya kawanan gajah itu adalah habisnya hutan dibukit Limun.

“Mungkin disebabkan oleh hutan yang sudah habis dirambah, Pemerintah harus segera melakukan penggiringan gajah liar ke lokasi yang jauh atau di hutan konservasi," Jelasnya.

Kades Balai Rajo Sulaiman membenarkan adanya kawanan gajah tersebut. Kawanan gajah tersebut jumlahnya berkisar 15 ekor.

"Iya sekitar 15 ekor di Km 6 desa Balai Rajo," jelas Kades.

Lanjut Kades, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan untuk mengambil tindakan selanjutnya agar gajah-gajah liar tersebut tidak kembali ke perkebunan warga.

"Benar,Kawanan gajah ada 15 ekor, kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan untuk melakukan upaya dan tindakan agar gajah tersebut tidak kembali ke perkebunan warga," Katanya

Sementara itu, BKSDA Provinsi Jambi Krismanko mengatakan, pihaknya secepatnya akan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

"Kita akan rapat terlebih dahulu, nanti kalau sudah jelas kita akan turun kelapangan," jelasnya. (Rto)

Turnamen Futsal Antar RT Desa Sukadamai

METROBUTENEWS.COM - Rimbo Ulu. Turnamen Futsall yang digelar oleh Pemuda Desa Sukadamai Kecamatan Rimbo Ulu yang di ikuti oleh Club Futsal (pemuda-red) antar RT berlangsung cukup meriah. Turnamen Futsall ini digelar mulai Tanggal 29 Januari 2016  sampai dengan 13 Februari 2016. Bertempat dilapangan Futsall Jalan Anggrek Desa Sukadamai Rimbo Ulu.

Ketua Panitia Penyelenggara Turnamen Futsall, Ngadiwan dikonpfirmasi Media ini mengatakan, Turnamen ini diikuti oleh Pemuda antar RT dan saat ini RT 06 Jalan Anggrek sebagai tuan rumah penyelenggara  Turnamen. " Turnamen Futsall kali ini, diikuti 10 RT yang ada di Desa Sukadamai dan tempat penyelenggaraan Turnamen seperti ini pada setiap tahunnya bergulir bergantian antar RT. Panitia menydiakan hadiah berupa Piala plus uang pmbinaan bagi pemenang atau Juara.  " Ungkap Ngadiwan, Senin (2/2).

Aman, salah seorang peserta Turnamen dari Club Futsall RT 03 pada Media ini mengatakan, pihaknya selaku pemuda sangat senang mengikuti Turnamen Futsal, tujuanya selain memupuk persahabatan antar pemuda juga dalam rangka ikut serta memasyarakatkan olahraga dikalangan Generasi muda. ” Bukan masalah kalah dan menangnya dalam pertandingan Futsall ini, yang terpenting ajang pertandingan ini untuk mperkokoh persatuan dan kesatuan antar pemuda Desa Sukadamai.”Ujar Aman mengakhiri. (Zubir)

Pejabat Eselon II Tebo Ikuti Uji Kompetensi dari Pemerintah

METROBUTENEWS.com - Reshuffle pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo dalam beberapa waktu terakhir marak diperbincangkan. Namun hingga saat ini, wacana tersebut belum terlaksana karena terbentur aturan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Tebo, Kamal Efendi, saat dikonfirmasi tidak menapik bakal ada reshuffle pejabat. Bahkan Kamal mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan KemenPAN-RB terkait rencana itu.

Sesuai arahan MenPAN, lanjut Kamal, bulan depan BKPP Tebo bersama BKN akan melakukan assesment terhadap sekitar 27 pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Tebo. Assesment ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pejabat yang nantinya akan ditempatkan pada jabatan yang disediakan.

Kalau tidak salah ada 27 pejabat yang bakal ikuti uji kompetensi ungkapnya ”Kamal.
pada saat ini juga sudah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) yang bertugas untuk melakukan seleksi pejabat. Namun demikian, dirinya belum dapat memastikan kapan reshuffle dilaksanakan.

Belum tahu kapan, soalnya masih menunggu hasil dari assesment BKN dan seleksi dari Pansel," pungkasnya.

Kementrian Desa Kucurkan Dana Rp 2 M Ke Badan BPMPD Tebo Untuk Warga Miskin

METROBUTENEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) lagi-lagi mendapat bantuan dana sebanyak Rp 2 miliar dari Pemerintah Pusat (Pempus)  Kementerian Desa, dengan program pengembangan infrastruktur ekonomi untuk mensejahterakan warga meskin itu diterima oleh tiga desa dalam Kecamatan Serai Serumpun.

Disampaikan Kaban PMPD Tebo, Haryadi melaui Kabid Bina Program BPMPD, Supono bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mendapat berupa bantuan dari Pusat melalui pihak Kementerian Desa RI, yang mana bantuan dana diterima oleh warga meskin senilai Rp 2 miliar, terang Supono pada kemarin, Jum’at (22/01/2016).

“Jadi, bantuan langsung untuk masyarakat itu diterima oleh warga meskin yang betul-betul telah terdata dan memenuhui kreteria,” sebut Kabid Bipro.
Adapun bantuan yang diberikan kepada warga meskin berupa saran persarana terdiri dari alat hand tractor, pawoer trinser, hand spayear dan pembuatan kolam ikan lele dari tembok maupun pembuatan pagar sawah serta pembuatan pagar kebun sayur.

Namun, tidak serta merta dana bantuan langsung masyarakat diberikan, sebab ada persentasenya dimana sebanyak 95 persen diarahkan kepada bantuan berupa sarana persaran yang berupa alat, sedangkan untuk yang 5 persen digunakan untuk pembangunan box.

Dijelaskan Supono untuk pemberian bantuan warga meskin yang berjumlah 500 orang itu terdapat di tiga Desa yang ada dalam wilayah Kecamatan ser-ser mulai dari Desa Pagar Puding Lamo, Desa Tanjung Aur Sebarang dan Desa Teluk Melintang.
Sebelumnya, terdiri dari 8 Desa dalam Kecamatan Serai Serumpun yang akan menerima bantuan langsung masyarakat untuk warga meskin, dari hasil penilaian tim bahwa terdapat tiga desa yang tergolong tingkat kemiskinan yang perlu diberi bantuan.

“Di tiga desa itu terdapat banyak warga meskin, maka bantuan langsung masyarkat dari Pusat diberikana kepada desa tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut lagi, bantuan yang diberikan kepada warga meskin itu dikelola langsung oleh tiga kelompok dari masing-masing desa, artinya semua bantuan berupa alat serta kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi desa menjadi tangunggujawab warga bersama kelompok, imbuh Supono.

Sedakang yang menyerahkan bantuan itu langsung dari Deriktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan Kementerian Desa RI kepada salah satu utusan dari kelompok desa di Kecamatan Ser-ser. Juga dihadiri oleh Bupati Tebo, Sukandar, bersama dengan Kaban PMPD, Haryadi dan Camat Ser-ser, Ahmad Lutfi serta Kepala Desa (Kades) maupun masyarakat. (Rto)

Ormas NU Kabupaten Tebo, Siap Awasi Pergerakan Gafatar

METROBUTENEWS.com,Terkait munculnya Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, yang di ekspose di Media Cetak, elektronika, Online dan lainnnya membuat berbagai elemen angkat bicara. Salah satunya, Kyai Abdul Karim Thoyib,SHi Tokoh NU Kabupaten Tebo merespon dan mengkritisi seputar munculnya maupun sepak terjang yang menamakan Organisasi Gafatar, yang saat ini sedang hangat dibicarakan pubik.

Kyai Abdul Karim Thoyib , Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tebo, kepada media ini mengatakan, kalau memang benar Organisasi Gafatar muncul dan eksis di Tebo dan dinyatakan oleh pemerintah bahwa Gafatar organisasi terlarang, seluruh elemen di Kabupaten Tebo siap menghadang dan mematahkan gerakan atau aktifias Gafatar, yang berujung akan merusak seluruh sendi kehidupan masyarakat Kabupaten Tebo.” Kalau benar, Gafatar dinyatakan resmi oleh Pemerintah merupakan organisasi terlarang. Aksi Gafatar bukan hanya berhadapan dengan pemerintah, juga akan berhadapan dengan ormas NU.” Ungkap Kyai Abdul Karim Thoyib, yang notaben pimpinan Pompes Amanatul Ummah Pergunu Rimbo Bujang, pada Sidak Post, Senin (18/1).

Imbuh Kyai Abdul Karim Thoyib, yang namanya organisasi terlarang apapun namanya, yang bertujuan akan merobah falsafah negara indonesia maupun agama harus di bubarkan, karena bertentangan dengan Pancasila UUD 1945. ”Mari segenap elemen anak bangsa, baik Ulama dan Umaroh kita awasi dan pantau terus pergerakan Gafatar di bumi Tebo yang kita cintai ini . ” Tegas, Kyai Abdul Karim Thoyib. (Rto)

Bupati Kecewa Kinerja Sekda dan SKPD Buruk

METROBUTENEWS.com - Buruknya Kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Tebo beberapa tahun ini mendapat sorotan keras dari elemen masyarakat Tebo. Bupati diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kinerja Pemerintah Kabupaten Tebo.

Sorotan keras ini salah satunya disampaikan oleh Ketua Ormas Kilat, Selamet Irianto. Dikatakannya iklim pemerintahan tebo saat ini sudah berada di titik terendah dengan makin buruknya kualitas kinerja dari SKPD Tebo termasuk Sekda Tebo sebagai Koordinator  SKPD.

"Sangat disayangkan melihat kinerja SKPD Tebo saat ini, Sekda dan SKPD seharusnya serius mendukung program bupati, tetapi kenyataan dilapangan jauh dari harapan," tegas Slamet Iriyanto.

Dijelaskan Selamet beberapa permasalahan yang menjadi dasar buruknya kinerja Sekda dan SKPD ini terlihat dari disiplin pegawai negeri yang rendah, selain itu banyak program program pembangunan yang seharusnya bisa dimaksimalkan, tetapi banyak yang tidak berjalan maupun tepat sasaran.

"Dari informasi yang kita dapat, di banyak SKPD selalu ada temuan BPK, dan itu terjadi setiap tahun, salah satunya seperti di Dinas Perindagkop. Dukcapil yang tidak bisa memaksimalkan dana DAK, serta Dinas Perkebunan terkait distribusi bibit ke masyarakat,"bebernya.

Slamet juga menegaskan, bahwa atas nama Kilat dirinya bersama pengurus telah menyampaikan kekecewaan tersebut kepada Bupati Tebo. Kilat berharap Bupati Tebo dengan kondisi demikian agar segera mengambil kebijakan untuk memperbaiki kondisi ini.

Terpisah, Bupati Tebo Sukandar saat dimintai keterangannya terkait sorotan ini mengakui apa yang disampaikan Kilat ini benar adanya. Meskipun tidak mengakui secara langsung tetapi bupati mengisyaratkan dirinya memang cukup kecewa dengan kinerja Sekda dan beberapa SKPD di Kabupaten Tebo.

"Dari laporan yang saya terima, benar kinerja Sekda tidak disiplin dan lemah dalam mengkordinir para SKPD. Tidak itu saja, Sekda juga terkesan selalu menghindar dalam menghadapi beberapa Ormas maupun LSM saat melakukan aksi. Begitu juga dengan kinerja para SKPD yang tidak maksimal, salah satunya ya masih adanya temuan BPK setiap tahunnya ," ujar H Sukandar Senin (11/01).

Terkait hal ini ditambahkan Sukandar, dirinya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kinerja SKPD ke depannya, sehingga seluruh program yang sudah disusun dan direncanakan untuk kemajuan Tebo dapat berjalan maksimal di tahun 2016 ini.

“Pasti akan kita evaluasi total, kita ingin seluruh SKPD bekerja maksimal mendukung seluruh program Pemkab Tebo,” tegas Bupati. (Rto)

Pemda Anggarkan Dana Pilkada Tebo 20M

METROBUTENEWS.COM - Ternyata Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tebo tidak menyetujui anggaran untuk persiapan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) atau Pemilihan langsung Calon Bupati dan Wakil Bupati Tebo pada tahun 2017 nanti, melalui usulan KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kabupaten Tebo sebanyak Rp 26 Miliar. Dari Pemda Tebo hanya setuju Rp 20 Miliar dalam APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kabupaten Tebo tahun 2016.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Noor Setya Budi bahwa Pemda Tebo telah menganggarkan dana Pilkada atau Pilbup Kabupaten Tebo untuk KPUD Tebo selaku penyelengara pemilihan, dengan dana yang disetujui berkisar sekitar Rp 20 M lebih, dan itu baru saja dibahas serta disahkan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Tebo, ungkap Sekda Tebo saat ditemui di ruangan kerjanya, beberapa waktu yang lalu.

“Memang usulan KPUD mengenai anggara Pilkada Tebo itu awalnya berkisar Rp 28 M, dan akhirnya berubah menjadi Rp 26 M, tapi tidak serta merta Pemda Tebo harus menerima atas usulan tersebut,” imbuhnya.

Namun, dana Pilbup Tebo yang telah dianggarkan dalam APBD tahun 2016 masih tahap evaluasi dulu di tingkat Provinsi Jambi, hal itu sedang diserahkan oleh tim APD (Anggaran Pemerintah Daerah) kita ke Jambi, sebut Noor.

“Dari evalauasi angaran nanti, apakah ada perubahan atau tidak, itu masih kita tunggu dari Jambi,” sebut Sekda Tebo.

Dikatakan Noor bahwa tim APD Tebo juga sedang melakukan study banding mengenai masalah persiapan anggaran Pilkada Tebo di dua daerah yakni Kabupaten Bungo dengan Kabupaten Batanghari, bebernya.

“Karena kedua daerah sedang melaksanakan proses Pilkada atau Pilbup secara langsung, nanti hasil dari stadi banding tim APD akan kita lakukan penyesuaian untuk pemilihan di Tebo,” tuntas Noor dengan tegas. (rto)

Bupati Tebo Sukandar S,Kom Hadiri Wisudawan / Wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Di Kabuapten Tebo

METROBUTENEWS .COM – Kabupaten  tebo, Rabu  7  januari 2015, bupati tebo Sukandar  S,Kom menghadiri acara wisudawan / wisudawati sekolah tinggi ilmu tarbiah di  Aula Kantor Bupati tebo, dan dihadiri tamu undangan dari Forkopimda Tebo, rektor STIT, Ketua Yayasan STIT, Wakil  Ketua Rektor STIT , dan para orang tua mahasiswa / mahasiswi STIT Pada paskah wisudawan Strata Satu ( S1).
 Dalam acara tersebut bupati tebo mengharapkan kepada wisudawan yang sudah dilantik, agar betul–betul memegang teguh amanah, ilmu pendidikan yang sudah diembanya sebab saat ini banyak mahasiswa terpropokasi isu yang tidak benar sehingga melakukan demon–demon yang tidak mengindahkan keamanan di masyarakat dan pemerintah sehingga dapat menimbulkan kerugian di dalam suatu daerah, contohnya kita melihat di daerah lain yang sering melakukan demon, maka daerah tersebut tidak dapat investor lain untuk menanamkan modalnya pihak perusahaan wiraswasta takut ada kericuhan sehingga perkembangan daerah dan pendapatan daerah jauh menurun, pihak perusahan swasta butuh keamanan dan ketertiban daerah, sehingga penanam modal tidak kawatir untuk menanamkan modalnya.
Perkembangan suatu daerah berasal dari pihak pengusaha wiraswasta dan pedagang sehingga dapat menambah pendapatan daerah, kalau investor lainnya tidak mau menanam modal gara-gara tidak aman tentu merugikan daerah tersebut.
Bupati tebo mengharapkan kepada seluruh wisudawan / wisudawati agar betul – betul mampu mandiri dan meningkatkan ilmunya kejenjang yang lebih tinggi lagi dan dimanfaatkan dengan baik kepada masyarakat dan mampu mendidik anak-anak sesuai dengan ajaran alqur,an dapat kita bagi ilmu tersebut kapada anak-anak regenerasi kita untuk yang akan datang, hormati orang tua, sebab berkat doa orang tua dan jernih payah orang tua sehingga para wisudawan / wisudawati dapat sukses mengelar paskah S1.
Ilmu pendidikan keagamaan ini mari kita dukung bersama dan kita tingkatkan lagi ke sekolah perguruan tinggi lagi di kabupaten tebo ini, artinya kabupaten tebo harus mampu mandiri sendiri dan mempuyai universitas yang mampu bersaing dengan universitas lainya rektor STIT dan ketua yayasan MEMENG sudah membuat permohonan untuk pembangunan sekolah tinggi STIT ini sebab universitas ini belum mempuyai lahan untuk pembangunan gadung universitas ini, ungkapnya ‘’bupati tebo melalui pemda siap untuk  membantu dan memberikan hibah tanah seluas 3 HA, untuk lahan pembanguanan gedung STIT  agar kemajuan pendidikan di daerah kita ini,dapat lebih maju, dan saya akan hibahkan tanah untuk pembangunan universitas STIT dan kerja sama dengan ketua yayasan sehingga kedepan pembangunan gedung dapat tercapai.       

Editor : togupang
 
Support : PT. TORPANA TATA STUKTUR | pang.doc | Metro Bute
Copyright © 2015. MetrobuteNews - All Rights Reserved
Published by Metrobutenews.com
Proudly powered by pang