Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Kota Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Jambi. Tampilkan semua postingan

Rencana Jokowi untuk Orang Rimba Terganjal Izin Menteri


METROBUTENEWS.COM – Jambi.  Saat Presiden Joko Widodo mengunjungi kelompok Orang Rimba di Jambi pada pertengahan 2015 lalu, tercetus rencana pembangunan kawasan terpadu bagi Orang Rimba. Rencana tersebut kini tersandung masalah izin dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (MenLHK).

"Itu (kawasan terpadu) sesuai instruksi Presiden saat berkunjung ke sini. Kita akan bangun, tapi bangunan itu ada di taman nasional. Ini ada kendala izin, Insya Allah pekan ini saya akan menghadap Menhut," ujar Bupati Sarolangun, Cek Endra, di Sarolangun, Senin, 9 Mei 2016.

Kawasan terpadu itu rencananya akan dibangun di lereng Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang berlokasi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Di kawasan tersebut bakal didirikan berbagai sarana mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian dan tempat berkumpul komunitas Orang Rimba.

Demi mewujudkan instruksi Presiden Jokowi itu, Pemkab Sarolangun telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 5 miliar untuk membuka kawasan terpadu khusus Orang Rimba. Selain itu, Pemkab Sarolangun juga membentuk unit pelaksana teknis (UPT) khusus yang melayani Orang Rimba.

"Untuk kawasan terpadu itu, kami juga menyiapkan tenaga khusus, mulai dari tenaga kesehatan hingga penyuluh pertanian," kata Cek Endra.
                                                   
Kawasan Bukit Suban di lereng TNBD dinilai sangat strategis sebagai lokasi pemberdayaan Orang Rimba melalui pembangunan kawasan terpadu. TNBD merupakan lokasi dengan populasi Orang Rimba tertinggi di Provinsi Jambi yakni mencapai 2.000 jiwa.

Sisanya, sekitar 2.500 jiwa lainnya, menyebar di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan sepanjang jalur lintas Sumatera.

Temuan Kunci Jawaban UN di SMP Favorit Jambi Tak Dianggap Serius


METROBUTENEWS.COM -  Jambi Menanggapi temuan kunci jawaban ujian nasional (UN) oleh Ombudsman di salah satu SMP Negeri favorit di Kota Jambi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, Rahmat Derita menganggap hal itu bukan persoalan serius. Rahmat menyatakan tetap mengikuti Prosedur Operasional Standar (POS).

Menurut Rahmat, POS itu dikelola oleh Badan Standar Pendidikan Nasional (BSPN) dan menjadi tolak ukur dalam evaluasi. "Jadi itu (temuan) kan tanggapan Ombudsman. Yang jelas kita mengikuti prosedur yang berlaku," ujar Rahmat Derita di Jambi, Selasa, 10 Mei 2016.

Rahmat kembali menegaskan, pihaknya tidak terlalu menganggap temuan tersebut sebagai masalah atau persoalan. Sebab, saat ini belum jelas apakah kunci jawaban yang ditemukan itu berasal dari soal yang dikerjakan siswa atau ternyata ada oknum tidak bertanggung jawab yang menjebak.

"Temuan itu juga masih multitafsir. Belum diketahui apakah kunci jawaban itu ada hubungan dengan soal yang dikerjakan siswa atau tidak," kata Rahmat.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Tadjudin Hasan menilai temuan kunci jawaban itu bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Jambi. "Jika ada indikasi ada kebocoran, harus diproses secara hukum. Bukan seperti ini caranya buat anak berprestasi," ujar Tadjudin.

Seharusnya, kata dia, dunia pendidikan di Jambi lebih jujur dan adil. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana tingkat indeks mutu pendidikan di Jambi. "Kalau hasilnya masih belum memuaskan, berarti memang sebatas itu mutu yang ada. Tinggal bagaimana cara meningkatkannya, bukan menggunakan cara-cara yang tidak jujur," ujar Tadjudin menjelaskan.

Kepala Ombudsman perwakilan Jambi, Taufik Yasak mengatakan temuan kunci jawaban UN tingkat SMP sederajat ditemukan di salah satu sekolah favorit di Kota Jambi. "Ada banyak kunci jawaban berserakan di laci meja ujian siswa pada UN hari pertama kemarin," kata Taufik.

Menurut dia, sekolah tersebut selalu mendapat nilai tinggi setiap kali UN digelar. Hal inilah yang menggerakkan tim Ombudsman melakukan peninjauan. "Sementara baru di sekolah ini yang ada temuan, kami tetap melakukan peninjauan di sekolah lainnya," ujar Taufik.

Taufik menduga ada unsur kelalaian dan kesengajaan dari pihak pengawas dan sekolah atas temuan tersebut. Apalagi, akreditasi sekolah bersangkutan tinggi. "Dinas Pendidikan harus tegas dengan temuan ini," ujar Taufik menambahkan.

Ditemukan Uang Palsu Di ATM Jambi

METROBUTENEWS.COM - Jambi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi akan menyelidiki temuan uang palsu dalam mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang belum lama ini ditemukan salah seorang warga di Kota Jambi. OJK juga akan mengawasi bank bersangkutan.

Kepala OJK Jambi, Darwisman, mengatakan Bank Jambi selaku bank yang diduga terdapat uang palsu dalam mesin ATM-nya harus segera berbenah. "Jangan sampai terjadi lagi. Tentunya ini juga berlaku bagi seluruh bank yang ada," ujar Darwisman di Jambi, Kamis (14/4/2016).

Ia juga meminta agar seluruh bank serius dan jeli dalam menyortir uang yang akan disalurkan kepada masyarakat. Secara prosedural, kata dia, sortir uang dilakukan sebanyak tiga kali sebelum didistribusikan melalui mesin ATM.

"Tapi, saya juga heran kenapa bisa sampai uang palsu masuk di ATM. Ini yang akan OJK telusuri dari mana asalnya," Darwisman menjelaskan.

Pada Jumat siang pekan kemarin, Asiah, warga Kota Jambi dikagetkan dengan temuan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak dua lembar. Asiah awalnya tidak curiga. Bermula saat dirinya menarik uang Rp 2 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dari sebuah ATM Bank Jambi.

Kecurigaan bermula saat Asiah akan membayar usai membeli pulsa. Uang Rp 100 ribu ditolak oleh pedagang karena uang tersebut terlihat lecek, tidak seperti uang pada umumnya.

Penolakan juga dilakukan sejumlah pedagang lainnya saat Asiah ingin membelanjakan uang yang baru saja ditariknya dari ATM itu. Merasa curiga, Asiah akhirnya bertanya kepada saudaranya yang mengerti. Setelah dicek, uang tersebut dinyatakan palsu.

Bersama sejumlah keluarganya, Asiah lantas memeriksa seluruh uang yang ditariknya dari ATM. Dari Rp 2 juta uang Asiah itu, total ditemukan 2 lembar uang diduga palsu pecahan Rp 100 ribu.

Tak lama kemudian, Asiah melaporkan temuan uang palsu dalam ATM itu ke Ombudsman perwakilan Jambi.

Temuan uang palsu dalam ATM itu juga didengar oleh Gubernur Jambi Zumi Zola. Zumi mengaku prihatin, apalagi ditemukan di salah satu ATM milik Bank Jambi yang notabene adalah bank milik Pemprov Jambi.

"Nanti kita panggil (Dirut Bank Jambi), kok bisa terjadi seperti itu, karena mereka yang bertanggung jawab mengenai peredaran uang itu," ujar Zola.

PBVSI Gelar Turnamen Bola Volly Kapolda Jambi Cup

METROBUENEWS.COM - Turnamen Bola Volly Kapolda Jambi Cup resmi dibuka oleh Gubernur Jambi, H. Zumi Zola, di GOR Kotabaru, Kota Jambi, Selasa (12/4).

Kompetisi ini diikuti 22 tim putra dan putri dari masing-masing polres dan polresta di Provinsi Jambi. Even ini diadakan dalam rangka HUT ke-70 Bhayangkara.

Gubernur Jambi, Zumi Zola, menyambut baik turnamen ini guna ikut memajukan olahraga di Provinsi Jambi. Dia berharap kepada seluruh peserta bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportifitas.

Dengan sportifitas yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan semangat olahraga di Jambi. Zola mendoakan olahraga di Jambi semakin maju dengan diadakannya berbagai turnamen.

Kapolda Jambi, Brigjen.Pol. Musyafak, yang juga Ketua Umum PBVSI Provinsi Jambi, menyatakan bahwa turnamen ini digelar sekaligus untuk mencari bibit pemain voli di Jambi dan melahirkan atlet terbaik.

Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan gong dan potong balon oleh Gubernur dan Kapolda Jambi. Kapolda berharap kejuaraan terlaksana dengan baik.

KPK Korsup di Jambi, Wagub dan Seluruh Bupati Hadir


METROBUTENEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Dinas Perkebunan Provinsi Jambi melakukan koordinasi dan supervisi , Jum'at (15/4) pagi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi, Fahrori Umar, Ditjen Pajak, Ditjen Perkebunan, para Bupati se-Provinsi Jambi, Dinas Perkebunan, Dinas Kemenkeu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Agraria dan Dinas Tata Ruang.

Bertempat di Hotel Aston, pelaksanaan koordinasi dan supervisi ini dalam rangka mengalakkan Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNP - SDA)  Indonesia, sektor perkebunan di Provinsi Jambi.

Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk membahas penataan perizinan kelapa sawit, pendataan dan pembuatan database kepemilikan kepala sawit dan optimalisasi penerimaan negara.

Gamal Nasir, Ditjen Perkebunan dalam sambutannya meyampaikan sekarang ini standar nasional minyak sawit sudah diatur oleh negara luar, sudah ada 60 perusahaan yang menandatangani Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) .

"Ispo jelas merugikan petani kita, sebagai negara berdaulat kita mempunyai hak mensejahterakan rakyat," kata Gamal Nasir.

"Banyak petani sawit dan anggota DPR komisi IV yang menolak Ispo," tambahnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar menyampaikan, Provinsi Jambi merupakan salah satu perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. "Bisa dikatakan Industri kelapa sawit merupakan primadona sektor perkebunan," kata Fachrori.

"Mudah-mudahan tujuan dari pertemuan ini bisa berjalan baik dan mendapat hasil yang memuaskan, saya hingga petani Indonesia khususnya Jambi bisa sejahtera," jelasnya.

Wakapolda Jambi Dimutasi, Dapat Job Bintang Satu

METROBUTENEWS.COM  - Kota Jambi. Kembali lagi perubahan jabatan dan mutasi di tubuh polri  di polda jambi kini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat, Mutasi ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang dilakukan  kapolri  Nomor : 936 / VI / 2016 tanggal 14 Maret 2016 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri yang ditandatangani oleh Asisten SDM Polri, Irjen Pol Drs. Sabar Rahardjo.

Salah seorang diantara pejabat yang dimutasi tersebut adalah Wakapolda Jambi, Kombes Pol. Nana Sudjana. Nana mendapat promosi jabatan job bintang satu, yakni sebagai Wakapolda Jawa Barat menggantikan Brigjen Pol. Mochammad Taufik. 

"Iya, Pak Nana Sudjana dimutasi. Beliau akan menjabat Wakapolda Jabar. Job bintang satu," kata Kabid. Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, Jumat (15/4). 

Untuk pejabat di jajaran Polda Jambi, lanjut Kuswahyudi, cuma Kombes Pol. Nana Sudjana yang mengalami mutasi jabatan. "Cuma Wakapolda saja," pungkasnya.

Landasan Pacu Bandara Sultan Thaha Bakal Diperpanjang


METROBUTENEWS.COM — Pemprov Jambi akan mengembangan Bandara Sultan Thaha Syaidudin (STS) Jambi. Salah satunya dengan memperpanjang landasan pacu, dari 2.200 meter menjadi 2.600 meter.

Terkait rencana perpanjangan landasan pacu, Gubernur Jambi, H. Zumi Zola, meninjau lokasinya, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi, Benhard Panjaitan, Jum’at (1/4). 

Sehubungan dengan perpanjangan landasan pacu, ada sebagian jalan dekat bandara harus ditutup. Zola menyatakan, jika jalan itu ditutup, harus ada jalan alternatif dan solusinya.

“Ini ada hubungan dengan kapasitas pesawat yang akan masuk ke Jambi. Sudah saya sampaikan pada Dirut Angkasa Pura di Jakarta, beliau setuju. Saya mau lihat kondisinya seperti apa,” kata Zola. 

Menurut Zola, kalau landasan sudah diperpanjang, ada jalan yang ditutup. Mesti ada alternatifnya. Ini penting dan sudah sampai ke kementerian, tinggal kesiapan Jambi lagi.

Pihak Dinas PU Jambi sudak oke. Tidak ada masalah. Ini ada hubungan juga dengan embarkasi haji. Zola berharap pesawat-pesawat yang masuk ke Jambi lebih banyak lagi dan lebih besar kapasitasnya.

Soal lahan yang terkena perpanjangan landasan, Zola menyatakan tidak ada lahan masyarakat yang terkena. Semua sudah bebas. Namun dia akan mencari solusi terbaik untuk menekankan kendala dan prosesnya bisa lebih cepat.

Kadis PU Provinsi Jambi, Benhard Panjaitan, menjelaskan, perpanjangan landasan akan dipresentasikan tahun ini di kementerian, termasuk soal kesiapan Pemprov Jambi dan usulan pemasangan Instrument Landing System (ILS) bandara.

Dalam kesempatan ini Zola juga meninjau jalan alternatif yang sebagian masuk ke wilayah Kota Jambi dan sebagian lagi ke Kabupaten Muaro Jambi (team)

Danrem Nyaris Tenggelam, Proses Penyelamatan Menegangkan


METROBUTENEWS.COM - Diduga akibat kelebihan muatan, perahu karet milik Basarnas yang mengakut belasan wartawan dan Danrem 042/Garuda Putih yang melakukan peninjauan dan pemberian bantuan pada korban banjir, nyaris tenggelam di tengah Sungai Batahari, Jambi.

Beruntung upaya penyalamatan cepat dilakukan. Para penumpang perahu berhasil diselamatkan meski mengalami shock. Peristiwa ini terjadi Jum’at (1/4) sore, di Kampung Pulau Pandan, Telanaipura, Kota Jambi.

Air dengan cepat masuk ke dalam perahu yang ditumpangi oleh Danrem 042/Garuda Putih, Kolonel.Inf. Makmur Umar. Perahu itu mengalami patah dek karena kelebihan muatan. Peristiwa ini sempat membuat panik rombongan Danrem dan wartawan.

Situasi menegangkan terjadi saat proses evakuasi selama satu jam. Beberapa petugas Basarnas dan sejumlah wartawan media cetak terpaksa terjun ke sungai. Proses evakuasi berhasil dilakukan, akhirnya rombongan bisa sampai ke lokasi pemberian bantuan.

Di lokasi korban banjir, Danrem dan Basarnas memberikan sejumlah bantuan, berupa mie instan dan beras. Warga antusias berdesak-desakan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Petugas Basarnas Jambi, Juanda, mengatakan, penyebab karamnya perahu karena patah dek akibat kelebihan muatan.

Dari data BNPB Provinsi Jambi, ketinggian air Sungai Batanghari masih mencapai 12,5 meter. Air tersebut merupakan kiriman dari hulu sungai.(team)

Satgas Operasi Bersinar Polda Jambi Amankan Pengedar Di Belakang Toko Buku Gramedia

METROBUTENEWS.COM - Team Opsnal Sub 3 Dit ResNarkoba Polda Jambi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba jenis shabu, pada hari Rabu (23/3) sekira pukul 21.15 wib di  jalan sultan agung belakang toko buku Gramedia kelurahan Solok Sipin  kecamatan Telanaipura dengan menyita satu paket kecil narkotika jenis shabu.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi menjelaskan Team Opsnal sub 3 Dit Reserse Narkoba Polda Jambi dalam rangka operasi bersinar telah mengamankan pelaku diduga pengedar atas nama M. Suhardiman alias Ardi alias Kecik Bin Zulfikar di  jalan Sultan Agung belakang toko buku Gramedia kelurahan Solok Sipin  kecamatan Telanaipura,  kemudian setelah dikembangkan di rumah tersangka dilakukan penggeledahan di  Jalan slamet riyadi no 7 kelurahan legok kecamatan telanai  didapatkan lagi barang bukti yaitu 1 toples plastik yg di bagian tutup nya berisikan 1 paket sedang narkotika jenis shabu

Dari tersangka petugas opsnal Sub 3 Dit ResNarkoba Polda Jambi mengamankan barang bukti yaitu satu paket kecil narkotika jenis shabu, satu toples plastik yg di bagian tutup nya berisikan 1 paket sedang narkotika jenis shabu, satu unti handphone dan satu unit motor honda merk scoopy dengan nopol BH 6070 YJ

Selanjutnya tersangka di amankan di Mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksan lebih lanjut.(rshi)

Pertemuan Anggota Komite I DPD RI Dengan Jajaran Pemerintah Provinsi Jambi

www.metrobutenews.com
METROBUTENEWS.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Jambi, Dr. Ir. H. Irman, M.Si menyatakan bahwa dirinya mendukung pemekaran Kota Bungo dan Kabupaten Tabir Raya. Hal tersebut disampaikan oleh Irman kepada para wartawan yang mewawancarainya usai Pertemuan Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan Jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (2/2) siang.

Irman mengatakan, pertemuan tersebut menyangkut UU Nomor 23 Tahun 2014, berkaitan dengan kewenangan karena ada perubahan kewenangan, yang dulunya kewenangan kabupaten sekarang menjadi kewenangan provinsi, serta membahas pemekaran (Kota Bungo dan Kabupaten Tabir Raya). “Pemekaran inilah yang menjadi salah satu misi DPD yang prioritas, karena begitu datang mereka langsung ke Kabupaten Merangin, ke Tabir Raya. DPD sebagai wakil rakyat, mewakili daerah, sangat concerndengan usulan pemekaran daerah,” ujar Irman.

“Berkaitan dengan pemekaran ini, ada dua yang sudah diusulkan dari provinsi, yang pertama pemekaran Kota Bungo dan itu sudah sampai ke DPR, sedangkan pemekaran untuk Tabir Raya masih di Kementerian Dalam Negeri. Itu makanya Komite I DPD RI melihat kebutuhan riil di lapangan. Kelihatannya dari DPD sangat mendukung karena kalau tidak dimekarkan, jangkauan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat jauh, sehingga DPD sangat mendukung pemekaran Kabupaten Merangin menjadi Kabupaten Tabir Raya. Dan, ada informasi terbaru lagi, ada Kerinci Ilir, sudah paripurna, kemarin kalau tidak salah, untuk mengusulkan juga pemekaran dari Kabupaten Kerinci,” lanjut Irman.

Irman mengatakan, tujuan pemekaran adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, untuk meningkatkan efektivitas kepada masyarakat. “Oleh karena itu, saya juga selaku Pj. Gubernur sangat mendukung, walaupun memang sering terjadi persoalan pasca pemekaran. Saya juga sudah bilang tadi, persoalan pasca pemekaran jangan dijadikan penghalang untuk pemekaran yang lain. Justru itu jadikan sebagai masukan supaya jangan terjadi masalah,” tegas Irman.

Irman mengungkapkan, kalau masalah pemekaran kota biasanya adalah benturan masalah aset karena kalau kota dimekarkan, ibukota kabupaten berada di kota itu, begitu jadi kota ibukota kabupaten harus pindah, pindah itu konsekuensi tapi kadang kota minta cepat, sehingga terjadilah benturan. “Makanya saya usulkan tadi kalau bisa ada ketentuan bahwa kota yang baru dimekarkan tidak boleh lagsung meminta ibukota kabupaten induk langsung pindah, tapi diberikan waktu misalnya 2 tahun, untuk persiapan,” kata Irman.

Irman menjelaskan, kalau pemekaran antar kabupaten, biasanya masalah perbatasan. Itu makanya, ada tambahan persyaratan yakni titik-titik koordinat. “Jadi, sebelum Undang-Undang nanti diterbitkaan, perbatasan sudah pasti betul, dimana titik-titik koordinat batasnya, supaya pasca pemekaran tidak ada lagi masalah tapal batas. karena ada potensi tambang misalnya, tapal batas sering jadi permasalahan, supaya potensi tambang masuk ke kabupaten induk atau ke kabupaten pemekaran,” ungkap Irman.

“Oleh karena itu, untuk pemekaran kabupaten, salah satu yang kita harapkan, juga waktu saya di Kemendagri, batas itu harus di-clear-kan dulu sebelum Undang Undang diterbitkan, supaya tidak ada lagi perebutan wilayah, yang di dalamnya ada bahan tambang dan sebagainya. Tetapi pada prinsipnya sebenarnya pemekaran ini tujuannya sangat baik, untuk mendekatkan pelayanan, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Jadi, kita sangat mendukung, dan DPD akan berusaha untuk menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI dan kepada Kementerian Dalam Negeri,” tutur Irman.

Irman berharap supaya pemekaran di Provinsi Jambi tidak ada persoalan, baik dalam pemekaran Kota Bungo, pemekaran Kabupaten Tabir Raya, maupun ada rencana terbaru, Kerinci Ilir.

Ketika ditanya berapa lama proses pemekarannya selesai, Irman menyatakan bahwa agenda pemekaran ada di DPR RI. “Kita menunggu, berkomunikasi dan berkoordinasi karena kewenangannya ada di Pemerintah Pusat, antara Kementerian Dalam Negeri dengan Komisi II DPR RI. Hasil dari Komisi II DPR RI dengan Kemendagri nanti akan dituangkan dalam bentuk Undang-Undang,” pungkas Irman.

Sehari sebelumnya (Senin, 1 Februari 2016), rombongan Komite I DPD RI ini telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Meranigin, untuk melakukan pertemuan pembahasan usulah pemekaran Kabupaten Tabir Raya.

Ketua Komite I DPD RI, Ahmad Mukowan ikut serta dalam pertemuan  dengan Pj. Gubernur Jambi dan jajaran, namun Juniwati Masjchun Sofwan, anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Jambi turut serta dalam pertemuan  bertindak sebagai ketua rombongan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, H.Cornelis Buston, mewakili Kapolda Jambi, mewakili Danrem 042/Garuda Putih, mewakili Kajati Jambi, Sekda Provinsi Jambi, H.Ridham Priskap, perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Perwakilan Provinsi Jambi, beberapa orang pejabat terkait dari Pemerintah Provinsi Jambi, serta para undangan lainnya.

Walikota Segera Reshuffle Pejabat

METROBUTENEWS.com  - Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi tinggal menghitung hari. Ini jika mengacu pada pernyataan Walikota Jambi, Sy Fasha, yang akan melakukan pelantikan pejabat sebelum dirinya melaksanakan ibadah umroh.

Walikota Jambi, direncanakan akan berangkat umroh pada Selasa (2/2) mendatang. Artinya, dalam beberapa hari ke depan akan ada pelantikan pejabat.
Namun saat ditanya hal tersebut, Fasha enggan menyebutkan kapan kepastian pelantikan itu dilakukan. “Kamu tanya protokol, dia yang ngatur jadwal. Pokoknya dalam waktu dekat ini,” kata Fasha.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Protokol, Doni, mengatakan bahwa kemungkinan pelantikan memang akan dilakukan sebalum Walikota berangkat umroh.
Sesuai jadwal kosong Pak Wali, karena beliau umroh Selasa (2/2). Jadi bisa saja Sabtu, Minggu, atau Senin," ujar Doni. 

Dirut PT KTN Bakal Diperiksa

METROBUTENEWS.comProvinsi Jambi, Penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan Polda Jambi, terus mengusut kasus tenggelamnya Tug Boat (TB) Kurnia Tunggal Nugraha (KTN) yang terjadi di Pelabuhan Talang Duku beberapa waktu lalu. Penetapan Yanto selaku koordinator TB sebagai tersangka dirasa belum cukup.

Pada kasus ini akan ditelusuri keterlibatan pihak perusahaan.  Direktur Ditpolair Polda Jambi, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto, mengatakan, sejauh ini belum ada tersangka baru.

Namun, pihaknya terus menelusuri kasus ini. Manager Operasional PT KTN, SM juga sudah diperiksa. "Kita sudah periksa Manager Operasionalnya," ujar Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto, kepada wartawan. 

Lebih lanjut Dia menyebutkan, pihaknya juga akan memanggil Direktur Utama PT KTN. Hanya saja waktunya yang belum ditentukan. "Iya, kita arahnya ke sana (memeriksa Dirut, red)," jelasnya. 

Menurutnya, pihaknya menelusuri siapa yang memberikan perintah kepada tersangka Yanto yang belum memiliki izin berlayar untuk mengemudikan TB KTN tersebut. Selain itu, sejauh ini TB KTN juga belum memiliki izin berlayar baik dari Syahbandar maupun Dinas Perhubungan.  "Ini akan kita telusuri. Atas dasar apa tersangka Yanto mengemudikan kapal itu," tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, TB KTN tenggelam karena mengangkut penumpang terlalu banyak. Dimana kapasitasnya hanya mencapai 5-10 penumpang, namun saat itu ada 23 penumpang yang berada di dalamnya.

Karenanya, mesin yang kecil tidak mampu bergerak melawan arus sehingga hanyut dan menyenggol kapal tongkang yang bersandar di dermaga. Karenanya, kapal oleng dan tenggelam. Tiga orang tewas akibat peristiwa ini.

Terdakwa Alkes RUSD RM Dituntut

METROBUTENEWS.com - Terdakwa kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan di RSUD Raden Mattaher (RM) dituntut hari ini (18/1). Keduanya adalah Idris Mulya Rambe, selaku PPK dan mantan Direktur Sarana dan Prasarana di RSUD RM serta Zuherli, Direktur PT Sindang Muda Serasan (SMS) selaku rekanan dalam pengadaan.

 “Senin hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi yang menangani kasus tersebut.

Dia mengatakan, memang pihaknya sebelumnya memohon kepada majelis hakim yang diketuai oleh Achmad Satibi, agar diberi waktu 2 minggu untuk menyusun tuntutan. “Cuma kita diberi majelis waktu satu minggu,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam sidang Senin (11/1) pekan lalu, di pengadilan Tipikor Jambi, kedua terdakwa mengakui bersalah. "Kedua terdakwa saling bersaksi dan mereka mengaku bersalah," kata Zein.

Dalam kasus ini, kesalahan terdakwa Rambe selaku PPK, dia tak menyusun dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sesuai Perpres 54, Pasal 66 Ayat 7 Huruf C. Bahwa, katanya lagi, harus dilakukan survei harga pasaran setempat dan atau berdasarkan pabrikan tunggal atau distributor tunggal.

"Alasannya dia terdesak untuk melakukan pelelangan makanya dia pakai harga dari PT GSM (Global Sistech Medika) saja. Harusnya dia cek PT GSM itu distributor tunggal tidak, ternyata kan bukan tapi dipakai juga. Nah karena tak sesuai pabrikan jadi mengarah pada harga terendah dan spesifikasi tertentu mendekati pagu. Akhirnya perbuatan yang tak sesuai ketentuan ini dimanfaatkan rekanan Zuherli mengkondisikan perusahaan pendamping," jelas Zein.

Untuk diketahui, alat kesehatan yang diadakan oleh PT SMS sendiri dibeli dari PT GSM. Bahkan, sambung Zein, parahnya lagi, terdakwa Zuherli meminta pembayaran sesuai kontrak senikai Rp 43 Miliar (M). "Padahal pembelian Alkes hanya Rp 18 M, jadi kerugiannya ada Rp 25 M sudah potong pajak sesuai audit BPKP,” tegasnya. (TEAM)

Pemprov Jambi Ajukan Pembangunan 138 Unit Sekolah Baru ke Pusat

METROBUTENEWS.com   -  Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengajukan pembangunan 138 unit sekolah baru ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI), hak tersebut dilakukan guna untuk memperluas dan meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rahmad Derita mengatakan, 138 unit sekolah baru diprioritaskan untuk jenjang SMA dan SMK.

"Itu untuk memperluas akses pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan, jadi pendidikan itu bukan hanya tersedia tetapi juga terjangkau," ujar Rahmad Derita belum lama ini.

Lanjut Rahmad Derita, di Provinsi Jambi saat ini tidak ada sekolah dimana bangunan atau kondisi fisik sekolahannya rusak parah atau berat. Oleh karena itu, saat ini penekan programnya adalah pembangunan sekolah baru dan penambahan kelas baru di sekolahan.

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah pusat dapat membantu Provinsi Jambi, agar pembangunan sekolah baru dan penambahan ruang kelas tersebut dapat terealisasi.

"Ya dibantu pemerintah pusat 50 persen kita sangat bersyukur, selebihnya kita gunakan dana APBD


Editor : togupang

Diduga Sami-Sake Bermasalah, Camat Ancam Media, Akan Menuntut Secara Hukum


METROBUTENEWS.COM - Semakin kuat aroma dugaan korupsi  dalam realisasi program andalan mantan gubenur jambi Hasan Basri Agus yang digelontor dalam bentuk Satu Milyar Satu Kecamatan (Sami-Sake), di Desa Sekancing Ilir, membuat Camat Tiang Pumpung, M, Zen hindari awak media ketika hendak dikomfirmasi.

Pasalnya, sejak adanya laporan simpang siurnya realisasi program di Kecamatan tersebut, Camatnya,  enggan untuk dikomfirmasi. Dia terkesan mengelak dengan mengeluarkan nada keras.

" Media itu hanya bisa menilai jelek nya saja. Sementara, kamu tidak kelapangan, sekarang ini kalau pengen tau secara pasti pergi kelapangan," tegas M Zein dengan nada keras.

Selanjutnya M Zein mengatakan, jika dilapangan nanti ada terdapat kejanggalan dipersilakan mencuatkan bahwa di Kecamatan Tiang Pumpung Sami-Sakenya bermasalah. Namun, jika tidak terbukti maka pihaknya akan menuntut kemabali awak media yang membuat informasi tidak benar.

" Silahkan ke lapangan, kumpulkan buktinya. Tapi ingat, jika tak terbukti,  saya tuntut kembali media yang memberikan informasi tidak benar," timpalnya.

Seperti berita sebelumnya, banyak warga mengeluh bagi yang mendapat bantuan Bedah Rumah (Bedrum) tersebut, seperti kutipan sumber yang satu ini minta namanya tak disebut.

‘’Saya hanya di beri tiga kodi seng, pasir setengah mobil pick-up, dan uang senilai 1,2 Juta, kalau dinilai harganya sangat jauh dari jatah yang seharusnya saya terima. Setahu saya setiap keluarga sasaran menerima senilai 10 juta rupiah dalam bentuk naterial,” bebernya.

Pandangan serupa juga diungkapkan sumber lain, cukup banyak kejanggalan yang ditemukan dalam realisasi bedrum di kecamatan Tiang Pumpung ini. Seperti adanya SK penerima program bedrum yang dirobah secara sepihak oleh pihak PPTK, tanpa berkoordinasi dengan pihak kades masing masing desa penerima Bedrum.

‘’SK Sudah berubah, ada lagi yang namanya tidak ada di SK, tapi tetap dapat bantuan itu,” ungkap sumber tersebut.hanya warga yang mengeluh beberapa kades di kecamatan tersebutpun  juga mengakui sebagian besar tak mengetaui sama sekali mengenai hal tersebut  sebab tidak pernah dilibatkan. (Han)

Editor : togupang

Harapan Zumi Zola di Hari Jadi Provinsi Jambi ke-59

METROBUTENEWS .COM  - JAMBI, Bertempat di gedung DPRD Provinsi Jambi hari ini, Rabu (6/1), digelar paripurna istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-59 tahun 2016.
Pantauan di lapangan, sejumlah tamu undangan sudah tampak hadir. Salah satunya adalah Zumi Zola, Gubernur Jambi terpilih hasil Pilkada 9 Desember 2015 lalu.
Saat dikonfirmasi wartawan, Zola mengatakan dengan bertembahnya usia, ia berharap kedepannya Jambi bisa lebih baik lagi. Kemudian semua pihak bisa kompak dan bersinergi guna membangun Jambi.
"Jambi harus lebih maju. Kita harus berupaya membuat pemerintahan yang lebih baik lagi," kata Zola.
Zola terlihat datang sendiri ke gedung DPRD Provinsi Jambi. Sementara itu pasangannya saat maju di Pilkada 9 Desember 2015 lalu, Fachrori Umar, belum tampak hadir. (HBG)
Editor : togupang

Cornelis Harapkan Pemprov Jambi Siap Hadapi MEA

METROBUTENEWS.COM  - Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston, mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta pendidikan. Ia ingin Pemprov Jambi benar-benar siap menghadapi era Masyarakat Ekononi Asean (MEA) yang saat ini sudah dimulai.
"Kita berharap pemerintah mendukung tema HUT Jambi ke-59 ini, yaitu 'dengan semangat ayo kerja, kita tingkatkan daya saing masyarakat Provinsi Jambi menghadapi MEA'," kata Cornelis saat memeberikan sambutan di paripurna istimewa HUT Provinsi Jambi ke-59, Rabu (6/1).
"Sektor pendidikan harus diutamakan. Pembangunan juga harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Jambi," tandasnya.
Paripurna HUT Provinsi Jambi ke-59 sendiri juga dihadiri Penjabat Gubernur Jambi, Irman. Selain itu, Gubernur Jambi terpilih, Zumi Zola, juga tampak hadir.( C ***t )

Editor : togupang

Walikota Jambi Bakal Ratusan Pejabat Kota “Direshuffle”

METROBUTENEWS.COM – JAMBI ,Pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi semakin santer diperbincangkan. Apalagi sudah disebutkan Walikota Jambi Sy Fasha, akan ada pergantian pejabat di lingkungan Pemkot Jambi di tahun 2016 ini.

Saat ini beredar informasi yang menyebutkan jumlah pejabat yang akan dilakukan pergantian mulai dari eselon II hingga IV mencapai angka ratusan.

Evaluasi terhadap pejabat ini tentu saja berdasarkan hasil kinerja yang ditunjukan dalam mendukung seluruh program Walikota Jambi.
Walikota Jambi, Syarif Fasha kepada wartawan membenarkan sudah menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat. Menurutnya, ia sedang menggodok pejabat mana saja yang akan diganti.

Tentunya, pergantian pejabat dilingkungan Pemkot Jambi ini disesuaikan dengan kinerja dan tercapainya target-target yang telah ditetapkan. “Eselon II itu harus diajukan ke komisi ASN," kata Fasha.

Fasha mengatakan bahwa Pemkot Jambi hanya menyerahkan nama-nama pejabat yang akan diseleksi. Dimana seleksi nantinya akan dilakukan Pansel. Dia mengatakan bahwa dengan sistem tersebut, siapapun boleh mendaftar.

"Khusus Eselon II saja yang harus diseleksi oleh ASN. Untuk Eselon III masih kita yang seleksi," jelasnya.Fasha mengatakan bahwa pergantian jabatan di tingkat Pemkot Jambi paling cepat nanti pada Eselon III. "Saya upayakan dibulan pertama 2016 ini sudah saya umumkan," katanya.
Dievaluasinya kinerja pejabat Eselon II, III dan IV, itu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah target-target yang tidak tercapai.
"Kalau target-target tidak tercapai seperti PBB tidak tercapai, ya maaf lurahnya kita evaluasi," pungkasnya.

Editor : togupang

Profil Kapolda Jambi Yang Baru 2016

METROBUTENEWS.COM – Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016 Brigjen Pol. Drs. Musyafak menggantikan Brigjen Pol Lutfi Lubihanto sebagai Kapolda Jambi. Berikut profil beliau:

Nama              : Brigjen Pol. Drs. Musyafak, S.H., MM.
Tempat Lahir   : Demak
Tanggal Lahir  : 12 Juli 1959
Agama             : Islam
Jabatan            : Wakapolda Jawa Tengah
Suku Bangsa   : Jawa
Kesatuan         : Polda Jawa Tengah

Editor : togupang
 
Support : PT. TORPANA TATA STUKTUR | pang.doc | Metro Bute
Copyright © 2015. MetrobuteNews - All Rights Reserved
Published by Metrobutenews.com
Proudly powered by pang