Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Tak Ingin Berhenti Mengemis

Jangan menilai orang dari penampilannya. Jangan menilai pengemis dari nasibnya. Nyatanya, Papu Kumar kini bisa punya beberapa rekening bank, properti, dan jasa kredit uang dari hasil mengemis selama delapan tahun di kota Patna, Bihar, India.

METROBUTENEWS.COM - Jangan menilai orang dari penampilannya. Jangan menilai pengemis dari nasibnya. Nyatanya, Papu Kumar kini bisa punya beberapa rekening bank, properti, dan jasa kredit uang dari hasil mengemis selama delapan tahun di kota Patna, Bihar, India.

Pappu punya kekayaan berupa uang sebesar AS$7.500 (sekitar Rp102 juta) dan properti bernilai AS$185 ribu (sekitar Rp2,5 miliar). Tak hanya itu Pappu juga punya jasa kredit untuk membantu para pedagang setempat.

Lalu apakah laki-laki 33 tahun ini sudah berhenti mengemis? Oh, tentu saja belum. Ia bahkan mengaku tidak ingin berhenti mengemis.Tak seorang pun ingin menjadi pengemis, begitu juga Pappu. Sejak lulus SMA ia ingin belajar ilmu teknik di sebuah universitas di kotanya.

Namun sayang, ia mengalami kecelakaan dan mengakibatkan sebagian tubuhnya lumpuh. Tak lama kemudian, ayah Pappu meninggal dunia dan dia dijauhi keluarganya.

Kondisi tubuhnya yang tak sempurnya membuatnya tak punya banyak pilihan untuk bekerja. Pappu akhirnya memutuskan untuk mengemis.

Thailand Akui Ojek sebagai Angkutan Umum


METROBUTENEWS.COM - Pemerintah Thailand sudah lama mengakui ojek sebagai angkutan umum. Jadinya, semua ojek yang beroperasi di sana terdaftar resmi. Berbeda dengan pemerintahan kita (Indonesia) yang sampai saat ini  tidak mengakui ojek sebagai angkutan umum.

Berdasarkan pantauan awak media pada awal pekan ini, sepeda motor yang digunakan untuk ojek di Ibu Kota Thailand, Bangkok, menggunakan pelat angkutan umum dan para pengemudinya menggunakan rompi khusus dengan keterangan identitas diri di bagian belakang. Serupa dengan di Indonesia, pelat untuk angkutan umum di Thailand menggunakan warna kuning.

"Kalau motornya pelat putih (kendaraan pribadi), jangan naik. Karena artinya itu enggak resmi," kata warga setempat, Komar Johari.

Komar menyebut tarif yang berlaku di bangkok adalah 5 baht (atau Rp 1,900) per kilometer. Pengaturan operasinya dibatasi per wilayah. Artinya, ojek yang terdaftar di wilayah A dilarang melintas dan mengangkut penumpang di wilayah B.

"Kalau melanggar bisa didenda dan dipukuli tukang ojek yang lain," ujar Komar.

Di Indonesia, ojek belum diakui secara resmi sebagai angkutan umum. Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sepeda motor dianggap tidak memenuhi unsur keselamatan sebagai angkutan umum.

Meski demikian, ojek tetap mudah ditemui, baik yang konvensional maupun berbasis aplikasi. Seluruhnya menggunakan pelat hitam atau berstatus sebagai kendaraan pribadi. 

Sampai kapan keadaan ini terus berlangsung, masyarakat telah lama menggunakan ojek sebagai salah satu transportasi umum untuk kegiatan sehari-hari, namun tidak diakui oleh Undang-Undang. Akankah DPR bersama pemerintah serius memperhatikannya ? Rakyat menunggu.. (pang)



Korea Utara Bakal Luncurkan Satelit, Jepang Ubah Rute Pesawat

METROBUTENEWS.COM Tokyo. Dua perusahaan penerbangan utama Jepang mengubah rute sebagian pesawatnya, menyusul rencana Korea Utara meluncurkan roket yang membawa satelit pada akhir bulan ini.

All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) mengatakan, pada 8-25 Februari 2016, mereka akan mengalihkan rute pesawat yang terbang di wilayah udara Filipina, lokasi tempat bagian dan serpihan rudal diperkirakan akan jatuh setelah peluncuran.

Tanggal tersebut adalah kemungkinan tanggal peluncuran yang diumumkan Pyongyang. Perubahan rute melibatkan tiga pesawat ANA dari Bandara Haneda di Tokyo ke Manila, dari Manila ke Bandara Internasional Narita di Tokyo, serta dari Jakarta ke Narita.

"Langkah ini untuk meredam pelanggan yang mungkin khawatir soal penerbangan mereka di wilayah ini, mengingat pengumuman Korea Utara untuk meluncurkan satelit itu begitu luas diliput di media," kata seorang juru bicara maskapai.

Rute dua pesawat JAL dari Jakarta ke Narita dan dari Narita ke Manila juga diubah. Semua pesawat diperkirakan akan mengalami penundaan penerbangan selama 5-10 menit.

"Semua penerbangan akan mengalami penundaan selama 5-10 menit," kata operator penerbangan itu, seperti yang dilansir Asia Times, Jumat, 5 Februari 2016.

Selain Jepang, Kementerian Transportasi Korea Selatan mengatakan perusahaan penerbangan negara itu akan mengatur ulang rute 41 penerbangan pada 8-25 Februari 2016.

Beberapa ahli Korea Selatan berspekulasi bahwa Korea Utara akan meluncurkan satelit yang diberi nama Shining Star pada 16 Februari, tanggal ulang tahun kelahiran mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il, ayah pemimpin sekarang, Kim Jong-un. 

Shining Star sendiri merupakan julukan bagi Kim Jong-il. Pada 16 Februari, secara resmi dikenal di Korea Utara sebagai Hari Shining Star.

Pyongyang, pada April 2012, menembakkan roket jarak jauh untuk menandai peringatan 100 tahun kelahiran pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, ayah Kim Jong-il.

Iran Sebut Pesawat Tempur Arab Saudi Serang Kedutaannya di Yaman

METROBUTENEWS.com - Teheran, Hubungan Iran-Arab Saudi kian memanas. 

Pemerintah Iran bahkan menuduh pesawat-pesawat tempur Saudi telah menyerang Kedutaannya di Sanaa, Yaman. Serangan pada Rabu (6/1) malam waktu setempat itu, disebut Iran telah menyebabkan beberapa staf kedutaan terluka.

"Arab Saudi bertanggung jawab atas kerusakan pada gedung Kedutaan dan luka-luka pada sejumlah staf Kedutaan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jaber Ansari seperti dikutip media televisi Iran, IRIB dan dilansir Reuters, Kamis (7/1/2016).

Atas tuduhan Iran ini, koalisi pimpinan Arab Saudi akan menyelidiki hal tersebut. Demikian disampaikan juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Ahmed Asseri.

Dikatakan Asseri, jet-jet tempur koalisi melancarkan serangan udara besar-besaran di Sanaa pada Rabu (6/1) malam waktu setempat. Target serangan adalah peluncur-peluncur rudal yang digunakan kelompok pemberontak Houthi untuk menyerang Saudi. Menurutnya, kelompok pemberontak Houthi sebelumnya juga telah menggunakan fasilitas sipil termasuk gedung-gedung kedutaan yang dikosongkan.

Hubungan Iran dan Saudi kian memanas setelah eksekusi mati ulama Syiah, Nimr al-Nimr oleh otoritas Saudi. Eksekusi tersebut memicu protes di sejumlah negara terutama Iran, di mana demonstran menyerbu kedutaan dan konsulat Saudi. Dampak serangan ini, Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan memerintahkan seluruh diplomat Iran meninggalkan negara tersebut.

Erdogan Dikaitkan dengan Eksekusi Ulama Syiah, Turki Panggil Dubes Iran

METROBUTENEWS.com - Istanbul, Otoritas Turki memanggil Duta Besar Iran yang bertugas di wilayahnya. Pemanggilan ini terkait laporan media Iran yang mengkaitkan eksekusi mati ulama Syiah, Nimr Baqr al-Nimr, dengan kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Riyadh, Saudi.

"Kami mengecam dengan keras tindakan mengaitkan kunjungan presiden kami baru-baru ini ke Arab Saudi dengan eksekusi yang diputuskan negara tersebut, dalam artikel yang dirilis media-media terkait badan pemerintahan Iran," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki seperti dilansirReuters, Jumat (8/1/2016).

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki juga mengecam pernyataan yang menuding secara langsung Presiden Erdogan terkait eksekusi mati itu. Mereka menyebut artikel media itu bertujuan untuk menciptakan citra negatif Presiden Erdogan di mata rakyat Iran.

Eksekusi mati ulama Nimr oleh Saudi memicu reaksi keras di Iran yang didominasi Syiah. Misi diplomatik Saudi di Iran diserang demonstran yang marah dan berujung pemutusan diplomatik dengan Iran oleh Saudi.

"Telah ditekankan kepada Duta Besar bahwa serangan terhadap Kedutaan Besar dan Konsulat Arab Saudi di Teheran dan Meshhad sungguh tidak bisa diterima dan tidak bisa dibenarkan," imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Pekan lalu, Presiden Erdogan melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Arab Saudi. Di sana, Erdogan bertemu dengan Raja Salman bin Abdul Aziz untuk membahas konflik Suriah dan kerja sama energi antara kedua negara.

Politikus Cantik Ini Tuding Trump Ingin AS Jadi Negara Rasis!

METROBUTENEWS.COM, WASHINGTON - Rencana bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melarang semua muslim masuk ke negerinya mendapat respons keras dari tangan kanan Hillary Clinton, Huma Abedin. Abedin, perempuan muslim, menuding pernyataan Trump sebagai bentuk Islamofobia alias ketakutan berlebihan terhadap Islam.

“Trump nyata-nyata ingin menulis rasisme dalam kitab hukum kita!” tegas Abedin seperti dikutip Time Selasa, 8 Desember. “Saya adalah seorang muslim dan saya bangga akan hal itu,” imbuh Abedin.

Abedin menegaskan bahwa apa yang disampaikan Trump tidak mewakili nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan AS. Bahkan, pernyataan politisi pirang untuk merusak reputasi negara adidaya tersebut. 

“Saya tidak merasa orang harus menjadi muslim dulu untuk merasakan bagaimana benar-benar membenci pernyataan dia,” kata Abedin.

Seperti diketahui, Trump mengatakan bahwa semua muslim membenci warga AS. Dia mendasarkan pernyataan tersebut pada sejumlah penelitian yang dia klaim telah dilakukan secara valid. Dia mengatakan hal itu sebagai tindak lanjut atas serangan teroris di San Bernardino, California, Sabtu (5/12).


Namun, kata Abedin, Trump hanya memanfaatkan ketakutan instan masyarakat AS. Dia menunggangi situasi tersebut karena itu yang paling bisa mengantarkannya menjadi kandidat presiden AS. “Kita harus menghentikannya,” kata Abedin. (jon/jpnn)

Ancam Penjarakan Warga, Polisi Ini Meminta Dilayani Nafsu Bejatnya

METROBUTENEWS.COM, OKLAHOMA - Polisi ini memang sangat jahat. Dia memanfaatkan jabatannya sebagai penegak hukum agar leluasa melecehkan secara seksual sejumlah perempuan di Oklahoma City, Amerika Serikat. Jika tidak, dia akan menindak mereka dengan perbuatan pidana. 

Namanya, Daniel Holtzclaw. Modusnya, dia melakukan razia sendiri saat menjalani shift malam. Begitu dia menemukan seseorang membawa obat-obatan, dia akan meminta mereka untuk melayani nafsu bejatnya. Jika tidak, dia akan meneruskan kasusnya secara hukum.

Para perempuan yang menjadi korbannya pun rela melayaninya. Daripada mereka harus masuk penjara. Total ada sekitar 60 perempuan yang dia perlakukan seperti itu. 

Namun, lambat laun para perempuan tersebut tidak terima. Sebanyak 13 orang melaporkannya ke kantor polisi tempat dia bertugas. Mereka pun berbondong-bondong menjadi saksi di pengadilan.

Modus Hotzclaw cukup lama terungkap. Sebab, dia jeli memilih korbannya. Dia hanya mengancam orang-orang yang tidak mungkin akan dipercayai kata-katanya. Sebagian besar mereka adalah perempuan berkulit hitam dari kalangan menengah ke bawah.

“Dia tidak memilih perempuan CEO sebagai korbannya. Dia memilih orang-orang yang tidak akan mungkin melaporkan perilaku bejatnya,” kata jaksa penuntut umum Lori McConell seperti dikutip New York Time Jumat (11/12).


Hotzclaw sudah dipecat dari kepolisian. Tapi, sanksi pidana masih menunggu dia. Juri akan memutuskan nasibnya pada Senin (14/12) waktu setempat. Mereka sudah mendengarkan 40 saksi dan hampir semuanya menguatkan sangkaan terhadap Hotzclaw. Dasar polisi bejat! (jon/jpnn)

Efek Kebijakan Dua Anak Di Tiongkok Tidak Signifikan Atasi Krisis

BEIJING - Kebijakan satu anak dilaksanakan di Tiongkok pada akhir 1970-an yang membatasi satu anak bagi pasangan menikah resmi diakhiri, Minggu (27/12) kemarin.

Pemerintah selama ini memberi alasan bahwa kebijakan satu anak adalah kontributor utama terhadap perkembangan ekonomi Tiongkok dan memblokir 400 juta kelahiran.

Bagi siapa yang melanggar akan dikenakan denda atau sering melakukan aborsi secara paksaan. Kebijakan itu mengakibatkan aborsi menargetkan anak perempuan, setelah masyarakat negara itu lebih cenderung memilih anak laki-laki.

Keluarga di luar kota sudah diperbolehkan untuk memiliki dua anak jika anak pertama adalah perempuan.

Efeknya, populasi Tiongkok merupakan yang terbesar dengan 1,37 miliar orang kini menua dengan cepat, dan jumlah gender tidak seimbang dan jumlah tenaga kerja yang menyusut.

Kekhawatiran itu telah membawakan perubahan pada 2013, di mana memungkinkan pasangan untuk memiliki dua anak, jika salah seorang dari mereka adalah anak tunggal.

Namun tidak banyak yang mengambil kesempatan itu menyusul pendapatan tidak meningkat dan biaya yang terlihat lebih tinggi.


Seorang ahli pendapatan mengatakan perubahan kebijakan dua anak itu mungkin tidak memiliki efek yang signifikan dan terabaikan untuk mencapai tujuan pemeritah mengatasi krisis populasi di Tiongkok. (AFP/ray/jpnn)

Wanita Terlalu Banyak, Tiap Pria di Kota Ini Punya Tiga Pacar

Metrobutenews.com, Jakarta Monogami adalah landasan dalam masyarakat yang masih dipegang teguh. Kebanyakan perempuan, tak rela bila diri mereka diduakan oleh kekasih. Namun pada kenyataannya, lingkungan terkadang dapat mengubah hal tersebut.

Dongguan, sebuah kota di Cina Selatan di Provinsi Guangdong, terkenal sebagai pusat produksi barang-barang elektronik seperti iPhone dan iPad. Selain itu, kota ini juga terkenal sebagai 'ibukota seks'-nya Cina.

Berkat kebijakan satu anak di Cina selama bertahun-tahun, negara ini memiliki ketidakseimbangan jumlah pria dengan wanita. Pabrik lokal yang menjalankan usaha perakitan memilih untuk mempekerjakan karyawan wanita dibanding pria karena menurut mereka pria tak dapat diandalkan.

Hal ini membuat kota Dongguan memiliki lebih banyak jumlah perempuan dibanding laki-laki. Dan hal itu berarti tiap pria memiliki lebih dari satu pacar. Beberapa pria bahkan mengakui mereka memiliki dua atau tiga pacar tetap pada waktu yang sama.


Seorang pria mengatakan pada tv lokal kalau mencari pacar lebih gampang dibanding pekerjaan di Dongguan. Beberapa laki-laki yang memiliki posisi cukup baik di perusahaan bahkan lebih gampang mencari pacar lain karena sebagian besar wanita menghabiskan waktu di pabrik.

Jumlah yang tidak proporsional antara perempuan dan laki-laki membuat Dongguan dicap sebagai 'pusat seks' dengan banyaknya wanita yang rela dan sadar melibatkan dirinya dalam hubungan dengan pria yang telah memiliki pasangan.

"Saya punya tiga pacar dan mereka mengenal satu sama lain. Teman-teman saya pun begitu," ujar Li Bin, seorang pekerja sebagaimana dilansir dari Mirror, Kamis (03/09/2015).

"Ada begitu banyak perempuan di sini. Mengapa harus bersikap naif? Tiap orang memiliki lebih dari satu pacar di sini." Menurut Li Bin, adalah konyol bila seorang pria hanya memiliki satu pasangan.

A Yi yang juga pekerja dari kota lain bahkan sengaja datang ke Dongguan untuk menemukan seorang istri. "Ada banyak wanita di Dongguan, dan mereka tidak ingin uang. Mereka hanya ingin punya pacar."

A Yi saat ini menganggur. Pacar-pacarnyalah yang membiayai hidupnya.
Menurut Layanan Informasi dan Hak-hak Perempuan Guandong, perempuan di Dongguan berpura-pura tidak tahu atau mengabaikan keberadaan perempuan lain yang berhubungan dengan pacar mereka. Beberapa bahkan bekerja di pabrik yang sama.


Perempuan di Dongguan memilih hidup dengan cara demikian ketimbang kesepian. Nyatanya, sebagian wanita kembali ke rumah untuk menikah. (sul)

Desa Khusus Perempuan, Jangan Harap Bertemu Pria di Sini

Metrobutenews.com, Jakarta Sebuah desa umumnya dihuni kaum adam dan hawa. Tapi, jangan berharap bisa menemukan pria di desa ini. Desa yang dikenal dengan Umoja di Kenya itu sudah didirikan 25 tahun lalu oleh Rebecca Lolosoli.

Mengapa tidak ada pria di desa tersebut? Alasannya, Rebecca ingin desa tersebut menjadi tempat aman bagi perempuan dan anak perempuan yang ingin terhindar dari kekerasan para kaum pria dari Samburu, di Kenya utara.

Rebecca, anggota dari suku Samburu, sekarang menjabat sebagai ibu pemimpin Umoja Usau Women’s Village. Ia pernah menjadi korban kekerasan semasa kecil dan perlahan-lahan sampai pada kesimpulan beberapa praktik tradisional Samburu yang inheren kasar terhadap perempuan.

Rebecca mulai menentang praktik tersebut, mendukung para janda, anak yatim, dan korban pemerkosaan, pemotongan alat kelamin perempuan, dan kawin paksa.

Sikap blak-blakan Rebecca itu mendapat banyak perlawanan. Pria di desanya memukulinya, dan
suaminya tidak protes. Jadi pada tahun 1990, dia memimpin eksodus perempuan dan mulai dengan desanya sendiri.


Rebecca berkumpul dengan 16 korban kekerasan (korban pemerkosaan tentara Inggris) untuk perlindungan bersama. Mereka mendirikan tenda di lapangan padang rumput kering. 'Umoja' artinya persatuan dalam bahasa Swahili. Kini persatuan itu telah berkembang menjadi desa mandiri.

"Tujuan kami adalah untuk meningkatkan mata pencaharian para wanita karena kemiskinan merajalela dan melawan masalah perempuan yang ditinggalkan keluarga mereka. Kami juga menyelamatkan dan merehabilitasi anak perempuan yang lari dari atau dibuang orangtua mereka karena hamil duluan atau pernikahan," kata Rebecca seperti dilansir Odditycentral, dilansir Selasa (15/9/2015).

Ia menjelaskan, pria memang tak diperkenankan tinggal di desa tersebut. Tapi, pria boleh mengunjungi selama berperilaku sesuai aturan.

Meskipun perempuan dari Umoja bisa bekerja dengan baik untuk diri mereka sendiri, tapi itu tidak selalu mudah. Rebecca menjelaskan mereka mulai dengan toko-toko kecil yang menjual jagung, makanan, dan gula. Setelah dua tahun mengalami kegagalan, mereka memutuskan mencoba menjual artefak tradisional untuk wisatawan.

Begitu mereka mulai menghasilkan uang yang layak, perempuan itu harus berurusan dengan orang-orang yang cemburu. "Beberapa orang desa terdekat memblokir jalan dan menghentikan wisatawan datang ke sini," kenang Rebecca.

Meskipun semuanya perempuan, Rebecca mengatakan kendala terbesar mereka adalah laki-laki. "Pria iri dengan prestasi kami," jelasnya.


Namun demikian, Umoja menjadi contoh matriarkal sukses, yang memberdayakan perempuan untuk memulai desa eksklusif mereka sendiri. Mereka semua bekerja untuk tujuan bersama, membersihkan masyarakat mereka dari praktik budaya negatif yang melakukan kekerasan terhadap perempuan. (Melly F)
 
Support : PT. TORPANA TATA STUKTUR | pang.doc | Metro Bute
Copyright © 2015. MetrobuteNews - All Rights Reserved
Published by Metrobutenews.com
Proudly powered by pang