METROBUTENEWS.COM - Aparat gabungan Polri dan TNI yang tergabung dalam
Satgas Operasi Tinombala terus memburu teroris Santoso dan kelompoknya. Sebelum
menjadi pimpinan kelompok teroris, Santoso diketahui pernah berprofesi sebagai
pedagang pecah belah.
"Santoso ini sebenarnya bukan siapa-siapa, dia dulunya ini penjual apa, banyak pekerjaan yang sudah dia lakukan. Dan dia pernah kena tindak pidana tahun 2008," kata Kepala Satgas Operasi Tinombala Kombes Leo Bona Lubis saat dihubungi awak media.
"Dia jual-jual barang pecah belah dan pekerjaan-pekerjaan lain" sambungnya.
Meski begitu, lanjut Leo, Santoso membawa paham atau ideologi sehingga menjadi pimpinan teroris yang bersembunyi di wilayah pegunungan di Poso, Sulawesi Tengah.
"Nggak tahu bagaimana prosesnya, dia berkembang dan menjadi sekarang ini. Dia dari bukan siapa-siapa, karena membawa paham atau ideologi itu sehingga menjadi sekarang," ujarnya.
Kini, Santoso dan kelompoknya sudah digiring keluar jauh dari wilayah awalnya. Karena itu, Santoso dan kelompoknya itu kelaparan.
"Santoso dibilang kelaparan iya, tapi itu karena memang mereka sudah kita giring keluar dari wilayahnya yang selama ini mereka kuasai bertahun-tahun," kata Leo.
"Sudah kita giring dengan taktis dan teknis yang sudah kita lakukan,mereka sudah keluar (dari lokasi awal)," sambungnya.

Posting Komentar