METROBUTENEWS.com – Sejumlah warga Kecamatan
Barang Asai Kabupaten Kabupaten Sarolangun, Rabu (13/1), melapor ke DPRD
Provinsi Jambi. Ini terkait dengan longsor yang terjadi di Batangasai sejak
hari Minggu (10/1) lalu, yang hingga saat ini belum ada tindakan.
Warga mengeluhkan tidak adanya aparat pemerintah yang meninjau dan membantu menyingkirkan material longsor. Bahkan warga yang mendatangi DPRD Provinsi Jambi tersebut mengatakan, akibat terjadinya longsor ribuan warga kini terisolir.
Kejadiannya Minggu (10/1) lalu sekitar jam 08.00 WIB, akibat hujan deras. Sampai sekarang material longsor masih dibiarkan,” ujar Arios, salah seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 154 Desa Batu Empang, Kecamatan Batang Asai
Disebutkannya, longsor terjadi di Jalan Gerabak, yang akan menghubungkan tujuh desa. Tujuh desa yang sekarang terisolasi lantaran longsoran itu adalah Muara Talang, Batin Pengambang, Tambak Rati, Geradak, Batu Empang, Simpang Narso, dan Bukit Berantai. "Jadi tujuh desa itu sekarang sulit dijangkau, beli garam saja susah," bebernya.
“Aktivitas sekolah juga terganggu. Apalagi guru dari luar desa semua. Kami ingin minta pemerintah untuk membatu membereskan tanah longsoran," tandasnya.
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Hilallatil Badri, yang menerima laporan itu mengatakan, Kamis (14/1) besok akan ada alat berat untuk diterjunkan ke Batang Asai dan Pauh. Alat berat tersebut adalah eskavator dan dum truk. “Ada dua titik yang sekarang dalam kondisi rusak berat, alat berat kita kerahkan ke sana, ” kata Hilal.
Di Batang Asai, diungkapkan Hilal, ada tujuh desa yang terisolir, sedangkan untuk di Kecamatan Pauh, hanya 5 titik. Hilal mengatakan, sudah memanggil dinas terkait untuk mengatasi longsoran tersebut. Menurutnya, jalan tersebut adalah jalan milik provinsi yang panjangnya 18 Kilometer. “Dari Pekan Gedang ke Muara Talang 18 Kilo, yang longsor itu berada di kawasan itu,” tandasnya.

Posting Komentar