Headlines News :
Home » » Bocah SD Dicabuli di Toilet Sekolah

Bocah SD Dicabuli di Toilet Sekolah

Written By Unknown on Minggu, Januari 24, 2016 | Minggu, Januari 24, 2016

METROBUTENEWS.com – Salah satu siswa SDN 9, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, di Simpang Pulai menjadi korban pencabulan seorang pria tak dikenal. Parahnya, pencabulan terjadi di lingkungan sekolah tanpa pengawasan guru.

Salah satu wali murid di sekolah itu yang enggan disebutkan namanya, ditemui Kamis (22/1), menceritakan, kejadian itu terjadi Selasa (18/1) lalu sekitar pukul 13. 30 WIB. Kejadian pencabulan terjadi di toilet sekolah.

Menurutnya, saat kejadian, korban bersama satu rekannya pergi ke kamar kecil yang tak jauh dari kelasnya untuk buang air. Ketika itu, seorang pria diperkirakan berusia 40 tahun masuk dan diketahui, melucuti pakaian korban.

"Satu orang siswinya lagi lari dan melapor ke guru. Saat itu saya sedang menjemput dua orang anak saya disitu, jadi saya mengetahui jalan ceritanya," ujarnya.

Saat dilaporkan kepada guru, pria yang melakukan pencabulan sudah melarikan diri. "Buah dada korban sampai membiru dibuat pelaku. Korban saat itu menangis kesakitan," lanjutnya.

Menurutnya, kejadian itu merupakan yang ketiga kalinya terjadi di sekolah tersebut. Sayangnya, pihak sekolah malah terkesan diam tak mengambil tindakan.

"Sebagai wali murid saya merasa takut kalau anak saya menjadi korban berikutnya, karena sebelumnya anak saya pernah hampir menjadi korban. Saat itu anak saya hanya dipeluk pelaku dan untungnya bisa melepaskan diri," katanya.

Kepala SDN 9, Rosmiati membenarkan kejadian tersebut. Saat kejadian, dia mengaku tak berada di sekolah. Dia menerima laporan kejadian itu dari guru kelas 2 D.

Dijelaskanya, menurut keterangan korban, saat itu, korban hendak pergi ke toilet bersama satu rekannya. Lalu, pelaku datang menghampiri korban bersama rekannya bertanya dimana toilet pria.

"Si korban menjawab disini. Pintu WC langsung ditutup oleh si pelaku. Lalu si pelaku bilang ada semut di dalam baju si korban. Si korban langsung membuka bajunya. Di situlah buah dadanya dihisap dan menjerit. Lalu temannya itu langsung lari dan melapor ke guru kelas," katanya dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (22/1).

Ia melanjutkan, saat dirinya menemui si korban, tangisannya begitu kuat karena merasa kesakitan di bagian dadanya. "Pertama si korban tidak mau ngomong. Pada akhirnya ngomong juga dan menceritakan semuanya. Si korban bilang kalau si pelaku hanya menghisap buah dadanya saja," lanjutnya. 
Tak lama itu, Rosmiati langsung menghubungi orangtua korban. Dia mengatakan, dari keterangan si korban, pelaku memiliki ciri berkepala plontos, berbadan besar dan berkulit putih. 

Pelaku diduga dari luar sekolah dan tidak tahu pasti sering main ke sekolah atau tidak. "Dari cerita anak, setelah melakukan perbuatannya langsung pergi keluar, jalannya cepat melewati pindu gerbang depan. Kemudian guru laki-laki mengejar ke depan tapi kehilangan jejak," katanya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Rosmiati dan orangtua korban membuat laporan ke KPPA Polresta Jambi. "Hari ini si anak tidak masuk. Mungkin masih trauma dengan kejadian tersebut," ujarnya.

Disebutkannya, kejadian seperti itu baru sekali terjadi di sekolah. Atas kejadian itu keamanan sekolah akan ditingkatkan lagi dengan menambah unit penjagaan dan memasang CCTV.  "Perlindungan terhadap anak pun akan kami tambah lagi," pungkasnya.

Sementara itu, kasus sodomi yang dilakukan kakek berinisial S (68) terhadap EN (10), warga Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh belum ditindaklanjuti Polsek Sungaipenuh. Hal ini dikarenakan berkas laporan yang dimasukkan keluarga korban beberapa waktu lalu ke Polsek Sungaipenuh belum dilengkapi, salah satunya hasil visum dari Rumah Sakit.

Kapolsek Sungaipenuh, AKP Rustam mengatakan, laporan pertama keluarga korban beberapa waktu lalu belum lengkap. "Laporan pertama tidak lengkap kita minta dilengkapi dulu, harus divisum dulu dari rumah sakit. Kalau biaya visumnya ditanggung keluarga korban," ujar Kapolsek.

Kapolsek menyebutkan, kasus tersebut agak sulit dibuktikan, karena kejadian tersebut sudah lama terjadi yakni pada bulan Desember 2015 lalu. Sehingga, perlu dilakukan visum sebagai buktinya.

"Sulit dibuktikan, karena kejadiannya sudah lama, kecuali kalau divisum mungkin bisa dilihat. Saat ini kita masih menunggu laporan kedua dari pihak keluarga, jika sudah dilengkapi, maka akan kita tindaklanjuti," ucapnya.

Terkait dilepasnya pelaku yang telah diserahkan keluarga korban, Kapolsek menyebut alasannya karena berkas laporan kasusnya tidak lengkap. "Kalau sudah lengkap dan ada bukti kuat akan kita tindak lanjuti, jika perlu ditangkap lagi pelakunya," sebutnya.
Sementara orang tua korban, AN mengatakan bahwa pihaknya secepatnya akan melengkapi berkas laporan tersebut. "Kita akan melengkapi berkas seperti visum dan berkas lain yang diminta oleh pihak Polsek," ujarnya. (team)
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

24 Mei 2016 pukul 23.39

terima kasih banyak senang bisa mampir di blog anda. info seputar alat bantu sex

Posting Komentar

 
Support : PT. TORPANA TATA STUKTUR | pang.doc | Metro Bute
Copyright © 2015. MetrobuteNews - All Rights Reserved
Published by Metrobutenews.com
Proudly powered by pang