METROBUTENEWS.com – Salah satu siswa SDN
9, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, di Simpang Pulai menjadi korban pencabulan
seorang pria tak dikenal. Parahnya, pencabulan terjadi di lingkungan sekolah
tanpa pengawasan guru.
Salah
satu wali murid di sekolah itu yang enggan disebutkan namanya, ditemui Kamis
(22/1), menceritakan, kejadian itu terjadi Selasa (18/1) lalu sekitar pukul 13.
30 WIB. Kejadian pencabulan terjadi di toilet sekolah.
Menurutnya,
saat kejadian, korban bersama satu rekannya pergi ke kamar kecil yang tak jauh
dari kelasnya untuk buang air. Ketika itu, seorang pria diperkirakan berusia 40
tahun masuk dan diketahui, melucuti pakaian korban.
"Satu
orang siswinya lagi lari dan melapor ke guru. Saat itu saya sedang menjemput
dua orang anak saya disitu, jadi saya mengetahui jalan ceritanya,"
ujarnya.
Saat
dilaporkan kepada guru, pria yang melakukan pencabulan sudah melarikan diri.
"Buah dada korban sampai membiru dibuat pelaku. Korban saat itu menangis
kesakitan," lanjutnya.
Menurutnya,
kejadian itu merupakan yang ketiga kalinya terjadi di sekolah tersebut.
Sayangnya, pihak sekolah malah terkesan diam tak mengambil tindakan.
"Sebagai
wali murid saya merasa takut kalau anak saya menjadi korban berikutnya, karena
sebelumnya anak saya pernah hampir menjadi korban. Saat itu anak saya hanya
dipeluk pelaku dan untungnya bisa melepaskan diri," katanya.
Kepala
SDN 9, Rosmiati membenarkan kejadian tersebut. Saat kejadian, dia mengaku tak
berada di sekolah. Dia menerima laporan kejadian itu dari guru kelas 2 D.
Dijelaskanya,
menurut keterangan korban, saat itu, korban hendak pergi ke toilet bersama satu
rekannya. Lalu, pelaku datang menghampiri korban bersama rekannya bertanya
dimana toilet pria.
"Si
korban menjawab disini. Pintu WC langsung ditutup oleh si pelaku. Lalu si
pelaku bilang ada semut di dalam baju si korban. Si korban langsung membuka
bajunya. Di situlah buah dadanya dihisap dan menjerit. Lalu temannya itu
langsung lari dan melapor ke guru kelas," katanya dikonfirmasi di ruang
kerjanya, Jumat (22/1).
Ia
melanjutkan, saat dirinya menemui si korban, tangisannya begitu kuat karena
merasa kesakitan di bagian dadanya. "Pertama si korban tidak mau
ngomong. Pada akhirnya ngomong juga dan menceritakan semuanya. Si korban bilang
kalau si pelaku hanya menghisap buah dadanya saja," lanjutnya.
Tak
lama itu, Rosmiati langsung menghubungi orangtua korban. Dia mengatakan, dari
keterangan si korban, pelaku memiliki ciri berkepala plontos, berbadan besar
dan berkulit putih.
Pelaku
diduga dari luar sekolah dan tidak tahu pasti sering main ke sekolah atau
tidak. "Dari cerita anak, setelah melakukan perbuatannya langsung pergi
keluar, jalannya cepat melewati pindu gerbang depan. Kemudian guru laki-laki
mengejar ke depan tapi kehilangan jejak," katanya.
Sekitar
pukul 16.00 WIB, Rosmiati dan orangtua korban membuat laporan ke KPPA Polresta
Jambi. "Hari ini si anak tidak masuk. Mungkin masih trauma dengan
kejadian tersebut," ujarnya.
Disebutkannya,
kejadian seperti itu baru sekali terjadi di sekolah. Atas kejadian itu keamanan
sekolah akan ditingkatkan lagi dengan menambah unit penjagaan dan memasang
CCTV. "Perlindungan terhadap anak pun akan kami tambah lagi,"
pungkasnya.
Sementara
itu, kasus sodomi yang dilakukan kakek berinisial S (68) terhadap EN (10),
warga Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh belum ditindaklanjuti Polsek
Sungaipenuh. Hal ini dikarenakan berkas laporan yang dimasukkan keluarga korban
beberapa waktu lalu ke Polsek Sungaipenuh belum dilengkapi, salah satunya hasil
visum dari Rumah Sakit.
Kapolsek
Sungaipenuh, AKP Rustam mengatakan, laporan pertama keluarga korban beberapa
waktu lalu belum lengkap. "Laporan pertama tidak lengkap kita minta
dilengkapi dulu, harus divisum dulu dari rumah sakit. Kalau biaya visumnya
ditanggung keluarga korban," ujar Kapolsek.
Kapolsek
menyebutkan, kasus tersebut agak sulit dibuktikan, karena kejadian tersebut
sudah lama terjadi yakni pada bulan Desember 2015 lalu. Sehingga, perlu
dilakukan visum sebagai buktinya.
"Sulit
dibuktikan, karena kejadiannya sudah lama, kecuali kalau divisum mungkin bisa
dilihat. Saat ini kita masih menunggu laporan kedua dari pihak keluarga, jika
sudah dilengkapi, maka akan kita tindaklanjuti," ucapnya.
Terkait
dilepasnya pelaku yang telah diserahkan keluarga korban, Kapolsek menyebut
alasannya karena berkas laporan kasusnya tidak lengkap. "Kalau sudah
lengkap dan ada bukti kuat akan kita tindak lanjuti, jika perlu ditangkap lagi
pelakunya," sebutnya.
Sementara
orang tua korban, AN mengatakan bahwa pihaknya secepatnya akan melengkapi
berkas laporan tersebut. "Kita akan melengkapi berkas seperti visum dan
berkas lain yang diminta oleh pihak Polsek," ujarnya. (team)

+ komentar + 1 komentar
terima kasih banyak senang bisa mampir di blog anda. info seputar alat bantu sex
Posting Komentar