METROBUTENEWS.com – Kabupaten bungo, Belasan
mahasiswa melakukan aksi domotrasi di depan kantor Satuan Polisi Pamong
Praja (Sat Pol PP) kabupaten Bungo, Senin (18/1) sekitar pukul 10.00 wib.
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pemuda Mahasiswa Harus Peduli Daerah
(PMHP) Bungo ini menilai pihak Sat Pol PP selaku penegak Peraturan Daerah
(Perda), tidak serius menertibkan sejumlah waria yang mulai menjamur di kota
Muara Bungo, khusunya di taman hijau yang baru dibangun pemerintah.
Sebelum
menuju kantor Sat Pol PP, belasan mahasiswa ini menggelar aksinnya di simpang
empat atau simpang drum. Mobil dinas Pemkab untuk membawa sound sytem yang
berhenti saat lampu merah menyala, dua orang mahasiswa menaiki atap mobil
melakukan orasi.
Aksi itu sempat terjadi kemacetan, sebab mobil
pemkab tetap berhenti walau lampu hijau sudah menyala. Melihat aksi itu,
pihak kepolisian melarang tidakkan itu.
Tidak puas, mahasiswa itu menuju kantor kantor
Pol PP dengan mebawa tulisan di kertas karton “ Usir waria dari Bungo”
dan memakar ban mobil yang telah mereka persiapakan.
“Waria sudah banyak di Bungo ini, apalagi
adannya taman hijau. Ini sangat meresahkan masyarakat, apalagi korban dari
mereka (Waria.red) anak-anak sekolah, Sat Pol PP tidak serius menertibkannya,”
teriak Danil, koordinator aksi dalam orasinnya.
Namun
tuntutan mahasiswa itu bukan menjamurnya para waria saja, pendemo juga meminta
pihak Pol PP juga menertibkan penyakit masyarakat lainnya, seperti
hiburan malam yang berkedok permainan anak-anak, tempat karaoke yang melewati
batas watku yang ditetapkan dan tempat protitusi yang berkedok panti
pijat.
Penyakit
masyarakat tersebut, para pendemo mengultimatum pihak Pol PP untuk melakukan
penertiban dengan batas waktu dua minggu. Jika itu tidak dilakukan, mahasiswa
ini mengacam akan membuat penyataan untuk menukar Kasat Pol PP.
“Saya
pernah melihat sendiri ditempat karaoke buka sampai lewat jam 12 malam,
itu juga harus ditertibkan, kami beri waktu dua minggu jika tidak malaukan
tindakan kami akan melakukan aksi lagi ” katannya.
Kepala
Sat Pol PP (Kasat), Shobraini yang menemui para mahasiswa itu mengatakan,
pihaknnya tidak membiarkan waria berkeliaran di Bungo ini. Diakuinnya, lima
hari yang lalu, Pol PP telah mengadakan razia.
“Kami
tidak membiarkan, rabu lalu kami telah mejaring satu orang waria, namun
selebihnya berhasil kabur” ungkap Shobraini sambil memperlihatkan bukti surat
perjanjian waria yang tertangkap itu.
Mengenai
ultimatum yang diberikan mahasiswa itu, Shobraini berjanji akan melakuan
penertiban semua penyakit masyarakat yang ditutut para mahasiswa itu.
“Kalau
bisa secepatnnya, tidak menunggu dua minggu. Karena itu tugas kami,”
ungkapnya “’.
Editor :
togupang

Posting Komentar