Headlines News :
Home » » Penangkapan Terduga Teroris Setelah Teror Di Jakarta

Penangkapan Terduga Teroris Setelah Teror Di Jakarta

Written By Unknown on Minggu, Januari 17, 2016 | Minggu, Januari 17, 2016


METROBUTENEWS.com - Personel kepolisian berjaga seusai Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di Pedurenan, Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/1.

Aksi penangkapan terduga teroris berlangsung di sejumlah wilayah, Jumat (15/1/2016), atau sehari setelah peristiwa teror di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta. Berikut kami hadirkan ringkasan peristiwa penangkapan itu:

Balikpapan 
Jumat pagi (15/1), Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri, menangkap seorang terduga teroris berinisial FS (27), di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pria itu ditangkap di kediaman mertuanya, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan.

Pengintaian terhadap FS telah berlangsung sejak Kamis malam (14/1). Ia baru diringkus pada Jumat dini hari (15/1). "Dijemput panser sampai depan rumahnya," kata Ujang Dirja (67), tetangga sebelah rumah lokasi penyergapan, dilansir awak media.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin juga telah mengonfirmasi penangkapan ini. Bersama FS ditemukan barang bukti, berupa sejumlah peluru tajam, bubuk mesiu, dan pupuk urea.

Sejak Kamis (14/1), sebagaimana dikabarkan AntaraNews, Polda Kaltim menetapkan status siaga satu di seluruh Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara). Peningkatan pengamanan dilakukan terutama di obyek vital.

Cirebon
Kepolisan Resort Cirebon menangkap tiga orang warga di Desa Orimalang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. "Kami mengamankan tiga orang yang diduga anggota dari kelompok ISIS," kata Kapolres Cirebon, AKBP Sugeng Hariyanto, di Cirebon, dikutip CNN Indonesia,Jumat (15/1).

Tiga orang terduga teroris itu ditangkap pada lokasi dan waktu berbeda. Dua orang ditangkap pada Kamis malam (14/1), dan seorang lagi pada Jumat pagi (15/1).

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan, menyebut adanya indikasi bahwa para terduga teroris ini terhubung dengan Barun Naim. "Mereka mendapat perintah langsung dari BN (Bahrun Naim), yang saat ini ada di Suriah," kata Anton, dikutip Tempo.co(15/1).

Anton juga menyebut bahwa penangkapan itu berdasar pada temuan dari lokasi terordi kawasan Sarinah (14/1). Dari salah seorang terduga ditemukan pula bukti berupa bendera ISIS.

Bekasi
Jumat (15/1), sekitar pukul 13.30, Densus 88 menangkap seorang terduga teroris, berinisial EA (27), di sebuah rumah kontrakan, Jalan Topas Raya RT 03 RW 39 Kavling 17, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.

Seorang warga, Boy Napitupulu (30), memberikan keterangan kepada Berita Satu ihwal penangkapan itu. Boy menjelaskan bahwa anggota Densus 88 menyewa angkutan perkotaan (angkot) dari salah seorang kawannya.

Di dalam angkot 11A (Rawalumbu-Terminal Induk Kota Bekasi) itu, tiga personel Densus 88 menunggu, sekitar 20 meter dari rumah terduga teroris. Mereka menunggu terduga sejak pukul 10.00 WIB.

Menurut Boy, saat itu terduga teroris tidak menunaikan salat Jumat. "Setelah (waktu) salat Jumat (usai), kemudian pelaku keluar. Dan langsung dibekuk tim Densus tanpa perlawanan," kata Boy.

Di rumah itu, EA diketahui tinggal bersama istrinya. Namun saat penangkapan, sang istri berinisial N (20) dan seorang anak mereka tidak berada di rumah.

OkeZone melaporkan, selain di rumah kontrakan EA, penggerebekan juga digelar di dua lokasi lain. Penggerebekan kedua dilakukan di Kampung Kelapa Dua RT03/RW08, Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Peristiwa selanjutnya terjadi di kios ponsel dan pulsa "Ubber Cell", Jalan Raya Pondok Timur, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Di Mustika Jaya dua orang turut diamankan. Adapun di "Ubber Cell" diamankan satu buah samurai, satu buah CPU, dan satu karung yang berisi sejumlah berkas. Dua orang pegawai kios itu juga dimintai keterangan.

Tegal
Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Densus 88 meringkus dua orang yang telah lama menjadi target mereka, Jumat (15/1). Terduga teroris itu adalah AM (39), dan H (27). Keduanya tercatat sebagai warga desa Langgen RT 006/ RW 002, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Kepada Tempo.co, seorang perangkat Desa Langgen, Nasrullah (40), mengaku dimintai polisi untuk mengawasi penghuni rumah itu, beberapa hari sebelum penangkapan. Menurutnya, rumah tersebut dihuni AM sudah 10 tahun. Selain untuk tempat tinggal, rumah digunakan juga sebagai tempat usaha pembuatan peralatan kapal. Selain AM dan H, tiga warga lain juga turut diamankan.

Laporan Metrotvnews.commenyebut tiga warga yang diamankan itu masih ditahan di Mapolres Tegal. Adapun dua terduga teroris AM dan H langsung dibawa ke Jakarta.

"Penyergapan rumah di wilayah Kabupaten Tegal yang dilakukan oleh Densus 88 merupakan pengembangan dari kejadian aksi teror di Sarinah, Jakarta Pusat," ujar sumber anonim dari Metrobutenews.com, Sabtu (16/1).
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : PT. TORPANA TATA STUKTUR | pang.doc | Metro Bute
Copyright © 2015. MetrobuteNews - All Rights Reserved
Published by Metrobutenews.com
Proudly powered by pang