METROBUTENEWS.com - Personel kepolisian
berjaga seusai Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, dan Polda Metro Jaya
melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di Pedurenan, Mustikajaya,
Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/1.
Aksi penangkapan terduga teroris berlangsung di
sejumlah wilayah, Jumat (15/1/2016), atau sehari setelah peristiwa teror di
kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta. Berikut kami hadirkan ringkasan peristiwa
penangkapan itu:
Balikpapan
Jumat
pagi (15/1), Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri, menangkap seorang terduga
teroris berinisial FS (27), di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pria itu ditangkap
di kediaman mertuanya, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan
Selatan.
Pengintaian
terhadap FS telah berlangsung sejak Kamis malam (14/1). Ia baru diringkus pada
Jumat dini hari (15/1). "Dijemput panser sampai depan rumahnya," kata
Ujang Dirja (67), tetangga sebelah rumah lokasi penyergapan, dilansir awak
media.
Kapolda
Kaltim, Irjen Pol Safaruddin juga telah mengonfirmasi penangkapan ini. Bersama
FS ditemukan barang bukti, berupa sejumlah peluru tajam, bubuk mesiu, dan pupuk
urea.
Sejak
Kamis (14/1), sebagaimana dikabarkan AntaraNews, Polda Kaltim menetapkan status siaga satu di seluruh
Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara). Peningkatan pengamanan dilakukan
terutama di obyek vital.
Cirebon
Kepolisan
Resort Cirebon menangkap tiga orang warga di Desa Orimalang Kabupaten Cirebon,
Jawa Barat. "Kami mengamankan tiga orang yang diduga anggota dari kelompok
ISIS," kata Kapolres Cirebon, AKBP Sugeng Hariyanto, di Cirebon,
dikutip CNN Indonesia,Jumat (15/1).
Tiga
orang terduga teroris itu ditangkap pada lokasi dan waktu berbeda. Dua orang
ditangkap pada Kamis malam (14/1), dan seorang lagi pada Jumat pagi (15/1).
Kepala
Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan, menyebut adanya indikasi bahwa
para terduga teroris ini terhubung dengan Barun Naim. "Mereka mendapat
perintah langsung dari BN (Bahrun Naim), yang saat ini ada di Suriah,"
kata Anton, dikutip Tempo.co(15/1).
Anton
juga menyebut bahwa penangkapan itu berdasar pada temuan dari lokasi terordi
kawasan Sarinah (14/1). Dari salah seorang terduga ditemukan pula bukti berupa
bendera ISIS.
Bekasi
Jumat
(15/1), sekitar pukul 13.30, Densus 88 menangkap seorang terduga teroris,
berinisial EA (27), di sebuah rumah kontrakan, Jalan Topas Raya RT 03 RW 39
Kavling 17, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
Seorang
warga, Boy Napitupulu (30), memberikan keterangan kepada Berita Satu ihwal penangkapan itu. Boy menjelaskan bahwa
anggota Densus 88 menyewa angkutan perkotaan (angkot) dari salah seorang
kawannya.
Di
dalam angkot 11A (Rawalumbu-Terminal Induk Kota Bekasi) itu, tiga personel
Densus 88 menunggu, sekitar 20 meter dari rumah terduga teroris. Mereka
menunggu terduga sejak pukul 10.00 WIB.
Menurut
Boy, saat itu terduga teroris tidak menunaikan salat Jumat. "Setelah
(waktu) salat Jumat (usai), kemudian pelaku keluar. Dan langsung dibekuk tim
Densus tanpa perlawanan," kata Boy.
Di
rumah itu, EA diketahui tinggal bersama istrinya. Namun saat penangkapan, sang
istri berinisial N (20) dan seorang anak mereka tidak berada di rumah.
OkeZone melaporkan, selain di rumah kontrakan EA,
penggerebekan juga digelar di dua lokasi lain. Penggerebekan kedua dilakukan di
Kampung Kelapa Dua RT03/RW08, Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Peristiwa
selanjutnya terjadi di kios ponsel dan pulsa "Ubber Cell", Jalan Raya
Pondok Timur, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Di
Mustika Jaya dua orang turut diamankan. Adapun di "Ubber Cell"
diamankan satu buah samurai, satu buah CPU, dan satu karung yang berisi
sejumlah berkas. Dua orang pegawai kios itu juga dimintai keterangan.
Tegal
Di
Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Densus 88 meringkus dua orang yang telah lama
menjadi target mereka, Jumat (15/1). Terduga teroris itu adalah AM (39), dan H
(27). Keduanya tercatat sebagai warga desa Langgen RT 006/ RW 002, Kecamatan
Talang, Kabupaten Tegal.
Kepada Tempo.co, seorang perangkat Desa Langgen, Nasrullah (40),
mengaku dimintai polisi untuk mengawasi penghuni rumah itu, beberapa hari
sebelum penangkapan. Menurutnya, rumah tersebut dihuni AM sudah 10 tahun.
Selain untuk tempat tinggal, rumah digunakan juga sebagai tempat usaha
pembuatan peralatan kapal. Selain AM dan H, tiga warga lain juga turut
diamankan.
Laporan Metrotvnews.commenyebut tiga warga yang diamankan itu masih
ditahan di Mapolres Tegal. Adapun dua terduga teroris AM dan H langsung dibawa
ke Jakarta.
"Penyergapan
rumah di wilayah Kabupaten Tegal yang dilakukan oleh Densus 88 merupakan
pengembangan dari kejadian aksi teror di Sarinah, Jakarta Pusat," ujar
sumber anonim dari Metrobutenews.com, Sabtu (16/1).

Posting Komentar